Tips Menghubungi Supervisor atau Calon Pembimbing

Tips Menghubungi Supervisor atau Calon Pembimbing untuk Beasiswa

Supervisor atau pembimbing perlu diperoleh untuk mendaftar studi berbasis riset (pascasarjana). Kesediaan pengajar menjadi supervisor calon mahasiswa jadi tiket memperoleh Letter of Acceptance (LoA). Pada beberapa program beasiswa, pelamar harus diterima di universitas (mendapat LoA) dulu sebelum mendaftar.

Bagi yang belum pengalaman, menghubungi calon supervisor bisa jadi kecemasan tersendiri. Kalau sembarangan, pengantar (perkenalan) yang disampaikan jadi kurang sopan, tidak mengena, bahkan tidak menarik. Keinginan mendapat pembimbing pun gagal total.

Soal itu, ada tips menghubungi supervisor atau calon pembimbing untuk beasiswa. Topik tersebut ditulis oleh I Made Andi Arsana yang dikompilasi Tangguh Okta W. dalam ebook-nya. Berikut kami sarikan isinya.

1. Mencari kontak

Informasi ini mudah ditelusuri dari berbagai situs internet. Jika ingin memastikan alamat resmi (email), kunjungi saja laman universitas tempatnya mengajar.

2. Mengangkat isu akademik

Penulis mengungkapkan, pelamar harus paham bahwa pembimbing adalah seorang akademisi. Karena itu, isu akademiklah yang membuatnya tertarik. Telusuri latar belakang pendidikan calon pembimbing dan bidang apa yang jadi fokus penelitiannya. Informasi awal bisa ditemukan di website fakultas atau universitas yang bersangkutan.

Lebih baik lagi kalau membaca berbagai publikasi penelitian calon supervisor tersebut. Ini akan membuat pelamar memahami lebih jauh konsep pemikirannya.

3. Menulis email yang tepat

Email baiknya disampaikan dengan sopan, singkat, dan langsung ke sasaran. Calon pembimbing biasanya orang yang sibuk sehingga perlu penuturan yang tidak bertele-tele.

4. Komentari publikasi penelitiannya

Berikan komentar terkait tulisan-tulisan calon pembimbing tersebut dan tunjukkan ketertarikan pada bidang penelitiannya. Tempatkan ini pada awal perkenalan atau email pertama. Jadi, tidak langsung menyampaikan permohonan atau pertanyaan lainnya. Setelah itu, tunggu tanggapan calon pemimpin dan menyesuaikan strategi.

Baca Juga :  Beasiswa Glints untuk Mahasiswa ITB, Deadline 31 Oktober 2016

5. Cek dulu sebelum mengirim

Periksa kembali kata-kata dalam email sebelum dikirim. Cek lagi apa ada kesalahan ketik, kalimat bertele-tele, pilihan kata yang kurang sesuai, dan lain-lain.

6. Gunakan bahasa yang baik dan benar

Jika belum yakin dengan kemampuan berbahasa asing maka perbaikilah. Internet bisa dimanfaatkan untuk belajar otodidak. Mungkin terlalu jauh untuk berkonsultasi dengan ahli bahasa, namun kita bisa meminta tolong kerabat yang studi di bidang bahasa asing.



Loading...

Tags: #beasiswa #beasiswa luar negeri #kuliah di luar negeri #LoA #tips beasiswa

author
Author: 
Penulis lepas genre fiksi & nonfiksi.
10 Universitas Terbaik di Indonesia Versi Kemristekdikti dan QS Asia
Apa universitas impianmu? Jika kamu sedang duduk
  1. Apa Itu Letter of Acceptance (LoA)? | IDBeasiswa3 tahun ago

    […] untuk mendaftar beberapa beasiswa. Ada yang mewajibkan, ada pula yang optional. LoA berbeda dengan surat kesediaan membimbing dari […]

    Reply
  2. Siapa Saja yang Bisa Memberi Surat Rekomendasi? - IDBeasiswa3 tahun ago

    […] dari pengajar luar negeri cukup menantang apalagi kalau belum mengenal betul siapa kita. Perlu pendekatan lebih untuk […]

    Reply

Leave a reply "Tips Menghubungi Supervisor atau Calon Pembimbing untuk Beasiswa"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Must read×

Top