10 Tips Lolos Seleksi Beasiswa

10 Tips Lolos Seleksi Beasiswa

Mendapat beasiswa memang jadi impian mereka yang ingin melanjutkan studi. Selain dapat bantuan dana, ada nilai gengsi jika kuliah dengan program ini. Namun, tidak sembarang orang memperolehnya. Sokongan finansial hanya diberikan pada mereka yang terpilih.

Ahli dari Institute of International Education of Brazil, Latin American Scholarship Program of American Universities, dan World Wildlife Fund (WWF) mengungkapkan 10 tips lolos seleksi beasiswa. Tips ini merupakan hasil dari pengalaman bertahun-tahun sebagai tim beasiswa internasional. Berikut ulasannya yang kami lansir dari laman WWF.

Rencanakan Dulu Lamaran Beasiswa

Siapkan kalender, tandai tanggal-tanggal deadline dari berbagai program beasiswa. Persiapannya seringkali memakan waktu lama. Ini karena dibutuhkan informasi yang banyak dan panjangnya prosedur memperoleh dokumen. Perlu satu bulan bahkan lebih untuk melakukan persiapan yang matang.

Jangan Hanya Bergantung pada Satu Beasiswa

Lamarlah sebanyak mungkin program yang bisa Anda penuhi persyaratannya. Semakin banyak, tentu semakin membuka peluang untuk memperoleh sokongan dana studi. Sudah banyak website yang menyediakan daftar beasiswa.

Baca Dulu Semua Instruksi Beasiswa

Hanya mereka yang mengikuti instruksi dengan benar yang akan lolos seleksi. Pahami pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab. Penting untuk menghindari pengulangan jawaban pada bagian aplikasi yang berbeda.

Pastikan Anda Memenuhi Syarat

Baca persyaratan dengan seksama. Pastikan Anda tidak melebihi batas umur, memiliki kewarganegaraan yang sesuai, dan lain-lain. Lihat juga sasaran bidang studinya. Ini penting agar tidak membuang waktu Anda dan pemberi rekomendasi.

Trik Menghadapi Penyeleksi

Ketahui siapa yang akan menyeleksi lamaran Anda. Sesuaikan aplikasi dengan kepentingan penyelenggara. Jadikan aplikasi Anda merepresentasikan tujuan yang sama dengan tujuan pemberian beasiswa. Beberapa program dibuat untuk mendukung anak negeri yang ingin membangun negaranya.

Baca Juga :  Beasiswa Unik untuk Berhenti Melakukan Hal-Hal Ini

Essay adalah image Anda di hadapan juri. Biasanya, tim seleksi beasiswa untuk bidang spesifik terdiri dari para ahli dalam disiplin ilmu tersebut. Mereka akan terkesan dengan pengetahuan mendalam terkait bidang yang dituju. Jangan menulis sesuatu yang mudah bagi mereka.

Beda halnya jika program beasiswa ditujukan untuk berbagai bidang studi. Tim penyeleksi mungkin bukan ahlinya. Dalam essay, Anda harus menunjukkan pentingnya bidang studi Anda.

Ketahui Kompetitor

Jika telah membaca ketentuan, Anda akan tahu pesaing akan datang dari mana saja, apakah dari dalam atau juga luar negeri. Juga, apakah kompetitor berkapasitas dalam bidang studi lainnya? Untuk menghadapi hal ini, aplikasi harus menunjukkan Anda memiliki keunikan dan lebih baik dari yang lainnya.

Tunjukkan Kekuatan dan Jelaskan Kelemahan Anda

Tuturkan saja tentang diri dan pencapaian Anda. Bantulah tim penyeleksi untuk mengetahui siapa Anda, sedang belajar dalam bidang apa, dan apa tujuan masa depan Anda. Namun, jelaskan pula kelemahan Anda seperti nilai atau pengalaman yang kurang.

Jelas dan Konsisten

Usahakan tidak melebihi jumlah kata atau kolom jawaban yang tersedia. Cobalah menulis dengan jumlah minimal yang diperbolehkan. Ini karena banyaknya aplikasi yang harus dibaca penyeleksi. Mereka tidak menyediakan banyak waktu untuk essay yang terlalu panjang.

Mintalah masukan dari kerabat atau mereka yang sudah berpengalaman. Essay berbahasa asing perlu koreksi dari kolega yang sudah mahir, lebih bagus lagi dari native speaker. Sebagai langkah awal, cek spelling dan grammar tulisan Anda menggunakan software atau aplikasi bahasa.

Cek Lagi Budget Anda

Beberapa beasiswa menanyakan biaya pendidikan yang Anda butuhkan. Pastikan anggaran tersebut realistis dan sesuai dengan item pembiayaan yang disediakan penyelenggara. Jelaskan juga apabila Anda memperoleh bantuan dari program lainnya. Cek lagi perhitungan dana agar tidak melebihi kapasitas yang diberikan.

Baca Juga :  Perlu Kah Tes TOEFL atau IELTS Bagi yang Sudah Kuliah/Sekolah Berbahasa Inggris?

Mintalah Rekomendasi dari Orang yang Benar-Benar Mengenal Anda

Rekomendasi ialah surat sakti dalam melamar beasiswa. Sebaiknya, dokumen ini diberikan oleh orang yang tahu kemampuan dan sisi unik Anda. Professor atau supervisor kerja yang mengenal Anda lebih dipertimbangkan daripada public figure yang tidak memahami tujuan studi Anda. Rekomendasi seharusnya juga berasal dari pihak yang familiar dengan program beasiswa terkait. Dan, jangan pernah terburu-buru dalam menyiapkan yang satu ini.



Loading...

Tags: #beasiswa #beasiswa 2016 #beasiswa luar negeri #tips beasiswa

author
Author: 
Penulis lepas genre fiksi & nonfiksi.
10 Universitas Terbaik di Indonesia Versi Kemristekdikti dan QS Asia
Apa universitas impianmu? Jika kamu sedang duduk
  1. Cara Menulis Motivation Letter untuk Melamar Beasiswa – Colleger Radio3 tahun ago

    […] mengungkapkan perlunya membaca dan memperbaiki kembali motivation letter setelah ditulis pertama kali. Hal senada juga dituturkan oleh Olivia D. Purba, […]

    Reply
  2. Tips Menghubungi Supervisor atau Calon Pembimbing | IDBeasiswa3 tahun ago

    […] bahwa pembimbing adalah seorang akademisi. Karena itu, isu akademiklah yang membuatnya tertarik. Telusuri latar belakang pendidikan calon pembimbing dan bidang apa yang jadi fokus penelitiannya. Informasi awal bisa ditemukan di […]

    Reply
  3. Mitos dan Fakta Beasiswa LPDP - Part 1 | IDBeasiswa3 tahun ago

    […] ranah profesional, belum tentu begitu. Sama halnya dengan penyelenggara beasiswa LPDP. So, usahakan memasukkan aplikasi tepat waktu jika tidak ingin tereliminasi karena hal yang bisa […]

    Reply
  4. 12 Etika Penting Saat Meminta Surat Rekomendasi - IDBeasiswa3 tahun ago

    […] minta rekomendasi mendadak atau mepet deadline aplikasi beasiswa. Mereka umumnya adalah orang-orang yang sibuk dan belum tentu langsung mau memberi surat padamu. […]

    Reply
  5. 9 Kriteria Pemberi Surat Rekomendasi yang Ampuh - IDBeasiswa3 tahun ago

    […] rekomendasi umumnya jadi syarat mendaftar beasiswa. Asal tahu saja, menyiapkan dokumen ini tidak bisa main-main karena jadi penentu lolos tidaknya kamu. Keterangan mendukung tersebut […]

    Reply
  6. cara menulis motivation letter | Erwin Prasetya2 tahun ago

    […] mengungkapkan perlunya membaca dan memperbaiki kembali motivation lettersetelah ditulis pertama kali. Hal senada juga dituturkan oleh Olivia D. Purba, […]

    Reply

Leave a reply "10 Tips Lolos Seleksi Beasiswa"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Must read×

Top