10 Kesalahan Aplikasi Beasiswa yang Belum Banyak Dibahas

10 Kesalahan Aplikasi Beasiswa yang Belum Banyak Dibahas Media

Kesalahan aplikasi yang menurut pelamar masih dapat ditoleransi, bisa membuatnya gagal mendapat beasiswa. Lebih lagi, ada yang terburu-buru dan malas memeriksa ulang aplikasinya.

Sifat perfeksionis bakal dibutuhkan jika pelamar ingin berhasil. Ini menunjukkan kesungguhan dan profesionalime seseorang. Karena itu, mendaftar beasiswa bukan urusan serba cepat. Perlu persiapan yang lama untuk berhasil.

Salman Alfarizi, dalam bukunya “Cara Mudah Mendapatkan Beasiswa Dalam dan Luar Negeri” mengungkapkan 10 kesalahan aplikasi beasiswa yang belum banyak dibahas media online. Berikut kesalahan umum tapi fatal tersebut, beberapa penjelasan tips kami tambahkan.

1. Mengirim kelengkapan yang tidak up to date .

Contohnya, beasiswa mensyaratkan pas foto terbaru dengan ukuran tertentu namun yang dikirim malah foto beberapa tahun lalu.

2. Mengisi aplikasi dengan ejaan dan tata bahasa yang berantakan.

Berusahalah mengecek kembali aplikasi, formulir, esai, dan kelengkapan beasiswa lainnya sebelum dikirim. Minta komentar orang lain dan revisilah berkali-kali.

Di internet, banyak pedoman ejaan yang bisa diakses gratis. Cek juga kesalahan ketik, aturan huruf miring, kapital, penulisan nama orang, kota, dan sebagainya.

Berkonsultasilah dengan orang yang berpengalaman, apakah bahasa yang digunakan sudah cukup sopan, terlalu kaku, kasar, tidak runut, dan lain-lain.

3. Menulis kata-kata yang tidak sopan

Ketahui dulu siapa pembaca aplikasi dan putuskan gaya bahasa seperti apa yang tepat digunakan. Dalam aplikasi, pelamar memang harus menunjukkan kelebihan dirinya tapi cek lagi apa itu terkesan sombong, terlalu berlebihan, atau malah meremehkan penyeleksi.

4. Mengirim aplikasi yang kotor dan tidak rapi.

Aplikasi menunjukkan siapa diri pelamar dan penilaian seperti apa yang berhak penyeleksi pikirkan. Seseorang yang serius dengan apa yang ia lakukan terlihat dari caranya menghargai pekerjaannya (aplikasi).

Baca Juga :  Beasiswa Mahasiswa S1 untuk Konferensi dan Magang di Amerika Deadline 25 Agustus 2017

Karena itu, buat dulu konsep pengisian formulir dan esai di kertas lain. Kalau sudah oke, salin dengan rapi pada lembaran yang akan dikirim. Jika ada berkas yang terkena air, keringat, tinta, minyak, dan noda lainnya, gantilah dengan yang baru.

Begitu juga dengan berkas yang terlipat bahkan kumal. Simpan kelengkapan aplikasi di amlop, map, atau laci yang kerapiannya terjaga.

5. Tulisan tidak jelas

Jika aplikasi harus ditulis tangan, buatlah orang selain Anda juga bisa membacanya. Kalau terbiasa menulis bersambung, cobalah mengubahnya. Jaga juga kerapian dan keindahan tulisan.

6. Mengabaikan kelengkapan aplikasi

Terlalu buru-buru atau malas mengecek bisa membuat ada berkas yang tertinggal. Misalnya, foto yang ukurannya kecil, lebih mudah luput dari perhatian.

Jangan menggampangkan hal ini kalau tidak mau menyesal. Buatlah daftar kelengkapan dan apa saja yang harus dilakukan sebelum mengirim aplikasi beasiswa. Tandai poin apa yang sudah siap dan belum.

7. Lupa menulis nama dan atau alamat pada aplikasi

Ini krusial sekali. Bagaimana penyelenggara bisa tahu siapa pelamar dan bagaimana menghubunginya kalau dua data itu tidak ada. Tidak pikir panjang, pelamar akan segera disisihkan. Karena itu, saat mengisi berbagai dokumen aplikasi beasiswa, cek dan cek lagi.

8. Perangko kurang

Beberapa program beasiswa menggunakan sistem manual di samping online. Ada juga yang harus datang langsung ke kantor penyelenggara. Bicara pengiriman via email, cek lagi apa alamatnya sudah benar, tidak ada salah ketik.

9. Aplikasi yang lupa dimasukkan ke dalam amplop

Inilah gunanya persiapan matang dengan pikiran santai. Pelamar jadi bisa cek, cek, cek, dan cek lagi.

10. Tidak eligible , tapi memaksa

Baca Juga :  Beasiswa Mahasiswa S1 dan S2 untuk Penelitian di Jerman Deadline 31 Januari 2018

Apa kita sedang berharap ada jin dalam botol? Atau, karena berkas menumpuk, tim seleksi bisa saja tidak memperhatikan IPK pelamar?

Jika nilai kuliah atau kemampuan bahasa kita tidak memenuhi, janganlah buang-buang waktu mengajukan aplikasi yang pasti gagal.



Loading...

Tags: #aplikasi beasiswa #beasiswa #beasiswa luar negeri #essay beasiswa #kuliah di luar negeri #motivation letter #personal statement #tips beasiswa

author
Author: 
Penulis lepas genre fiksi & nonfiksi.
Top Online Teaching Programs
Florida International University East Carolina University is
Information Technology: Educational Technologies
Overview Educational Technologies is one of the
6 USES OF INFORMATION TECHNOLOGY IN EDUCATION
Both education and learning are life time
Best Information Technology Schools – Online
The best online colleges for information technology have
  1. 7 Kesalahan CV yang Membuat Lamaran Beasiswa Ditolak | IDBeasiswa3 tahun ago

    […] di CV seadanya saja. Pada tips lain, foto yang tidak up to date juga bisa membuat lamaran […]

    Reply
  2. Apa Perlu Menerjemahkan Ijazah untuk Beasiswa Luar Negeri | IDBeasiswa3 tahun ago

    […] sertifikat apakah ini? Tanah, rumah, sertifikat keahlian, dan lain-lain? Maksudnya adalah Ijazah. Cek lagi istilah-istilah berkas beasiswa luar […]

    Reply
  3. Beasiswa ke Belanda untuk Pelatihan PNS | IDBeasiswa3 tahun ago

    […] Beasiswa ke Belanda satu ini memberi kesempatan pada Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang seringkali berhadapan dengan tantangan sulit. Mereka harus menyelesaikan masalah kesejahteraan, pelayanan publik, pengangguran, kerusakan lingkungan, dan lain-lain. […]

    Reply
  4. Beasiswa S2 di Swedia dari Swedish Institute, Deadline 16 Januari 20172 tahun ago

    […] aplikasi beasiswa S2 di Swedia ini terbagi jadi dua, yaitu yang pertama pada 1 Desember 2016 – 16 Januari […]

    Reply
  5. Mengenal Aplikasi Beasiswa Terpisah dan Tak Terpisah2 tahun ago

    […] program beasiswa diberikan atau bekerja sama langsung dengan institusi pendidikan. Proses aplikasi tak terpisah di sini adalah proses pendaftaran beasiswa yang sama dengan pendaftaran kuliah. […]

    Reply

Leave a reply "10 Kesalahan Aplikasi Beasiswa yang Belum Banyak Dibahas Media"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Must read×

Top