Tips Memilih Universitas untuk S1 Dalam Negeri

By | January 4, 2016

Untuk adik-adikku yang sebentar lagi melanjutkan studi jenjang S1. Lagi pada ujian ya? Semoga lancar dan hasilnya memuaskan. Artikel ini saya persembahkan untuk generasi Indonesia, khususnya yang berasal dari luar Pulau Jawa. Ini karena banyak yang minat hijrah ke Jawa untuk mengenyam pendidikan tinggi. Berikut beberapa hal yang jadi pertimbangan saat memilih universitas.

Universitas Dulu Apa Daerah Tujuan Dulu?
Menurut saya, mending pikirkan universitas dulu, daerah tujuan akan mengiringi tapi tidak sembarangan juga. Perlu dipikirkan, kuliah di Jawa itu, memakan biaya dan menyita konsentrasi orang tua yang mengkhawatirkanmu. 

Pertimbangkan masa empat tahun yang akan kamu jalani. Uang itu berharga, tapi waktu adalah sesuatu yang tidak bisa kamu gantikan, tidak bisa dikembalikan lagi. Makanya, gunakan sebaik-sebaiknya kesempatan kamu. Kejar universitas bermutu, kalau bisa yang terbaik di Indonesia. 

Banyak pelajar yang silau dengan brand Jawa atau nama kotanya seperti Jakarta, Jogjakarta, Semarang, Bandung, Bogor, Surabaya, Solo, Malang, dan lain-lain. Sayangnya, banyak yang berpikir: yang penting kuliah di Jawa, tanpa tahu masuk kampus apa.

Sedih kalau mereka jadi terjebak di kampus abal-abal yang kualitas pendidikannya bahkan lebih bagus di kampung halaman sendiri. Buat apa jauh-jauh buang biaya kalau begitu kan? 

Cara Mengetahui Kualitas Universitas
Pertama, gunakan Google. Cek 10 kampus terbaik di Indonesia, misalnya. Atau, jika kamu harus kuliah di suatu daerah karena pertimbangan orang tua dan ada tidaknya keluarga di daerah situ, cek kampus terbaik di wilayah itu. Misalnya, 3 universitas terbaik di Jawa Timur, Kota Malang, Suraya, dan lain-lain. 

Googling lah akreditas universitas. Jangan lupa cari juga akreditasi fakultas dan jurusan yang kamu ambil di universitas tersebut. Ini karena, akreditasi universitas hanya secara umum saja, belum tentu jurusan yang kamu ambil akreditasnya juga sama.

Cek juga fasilitas kampusnya. Bagaimana ruang belajar dan perpustakaannya, juga laboratorium jika perlu. Bagaimana taman dan tempat interaksi mahasiswa.
Ada juga yang dilengkapi dengan televisi universitas, radio kampus, radio jurusan, dan lain-lain. Semakin lengkap, berarti semakin bagus. Paling tidak ini jadi gambaran bagaimana kampus itu memberi ruang berkreasi bagi mahasiswanya. 

But, jangan keburu silau dengan ini ya karena yang utama adalah ada-tidaknya fasilitas untuk mendukung pembelajaran dalam bidang studi yang kamu ambil.

Dalam memilih universitas, cek juga aktivitas, kegiatan, pengabdian masyarakat, kegiatan dosen, seminar, dan lain-lain. Semakin banyak kegiatan universitas, semakin bagus.  Begitu juga prestasi mahasiswa, karir alumni, prestasi dosen, sampai kualitas pengajar (jumlah professor). Perhatikan juga jangkauan kegiatannya apakah sudah internasional dan se-mendunia apa. Sebuah universitas bisa mengantarkan kamu ke pergaulan dan pengalaman internasional.

Coba baca juga Tips Memilih Universitas Supaya Tidak Menyesal dan  Data Penting untuk Memilih S2 Luar Negeri.

Baca Juga :  Pingin Dapet Beasiswa Luar Negeri? Gini nih Caranya..

Setelah Mencari Sendiri, Bertanya pada Alumni atau Senior
Tiap daerah biasanya ada perkumpulan atau himpunan mahasiswa se-provinsi, se-kabupaten, hingga se-kota daerah asal. Ada juga yang dibagi lagi jadi himpunan mahasiswa se-daerah asal dengan kampus yang sama. 

Dari sini kamu bisa dapat info dari orangnya langsung. Tapi jangan tanya gimana cara daftar di kampusnya ya karena itu biaa kamu cari sendiri. Kakak tingkatmu juga belum tentu mau dan ada waktu menjawab pertanyaan malas semacam itu.

Foto-foto kampus di internet bisa jadi hanya diambil dari sudut-sudut yang bagus. Artinya, foto tidak menjamin keseluruhan isi kampus. 

Misalnya, ruang kelas. Bisa saja kamu dapat foto yang diambil dari fakultas kedokteran dengan kursi yang nyaman dan ruang kelas yang lengang. Padahal, setelah masuk jurusanmu nanti malah berjubel satu kelas bisa 100 orang dan kursinya kayu agak kusam. Begitu juga dengan tampak gedung.

Nah tanyakan deh dengan alumni atau seniormu di sekolah dulu. Tidak perlu merasa malu atau sungkan, umumnya mereka akan senang membantu kawan sekampungnya. Bunuh aja deh rasa takut untuk memulai komunikasi. Belajar sopan juga tapi ya.

Kualitas Daerah Tujuan Kuliah

Remember, jangan sia-siakan masa kuliah kamu. Bawalah ilmu sebanyak-banyaknya saat pulang kampung nanti. Buatlah hari-hari begitu indah dan berharga. Soal pacar nomor sekian. 

Manfaatkan perpustakaan kota atau daerah yang menyimpan ribuan ilmu dan bisa kamu akses gratis. Referensinya bisa saja tidak ada di kampus kamu.

Jangan juga kamu rugi tidak mencoba sesuatu karena kurang informasi. Carilah berbagai kegiatan di luar aktivitas kampus. Kuliah tidak melulu duduk di kelas, pulang ke kos, dan mengerjakan tugas. 

Manfaat Kegiatan di Luar Kuliah

Kamu perlu hardskill (keilmuan kuliah) dan softskill (kemampuan pendukung seperti kepemimpinan, kerja sama, sosialisasi, negosiasi, mengasah pemikiran kritis, dan lain-lain). Ini akan berguna baik untuk bekerja pada orang lain maupun membangun usaha sendiri. 

Manfaatkan berbagai komunitas, organisasi, dan kegiatan pemuda di daerah itu. Join dan berkaryalah di sana. Kamu akan bertemu dengan orang-orang mengagumkan, menyerap berbagai pengetahuan, memperluas wawasan, dan memahami diri sendiri. 

Jaringan akan bermanfaat tidak hanya saat kuliah. Bisa saja kamu akan butuh mereka setelah lulus dan bekerja nanti. Paling tidak, kamu punya banyak teman untuk konsultasi.
Misalnya, kamu ingin jadi penulis dan membuat novel tentang kedokteran. Nah, kalau punya teman langsung dari bidang studi itu kan bisa digunakan. Begitu juga dengan kawan dari fakultas sastra, psikologi, ekonomi, dan sebagainya. 

Dan yang terpenting, kamu punya keluarga baru, keluarga besar, orang-orang yang membanjiri timeline dengan ucapan Happy Birth Day, selamat, sampai turut berduka cita. Dan, teman curhat, teman galau, teman yang mau mengevaluasi proposal kegiatan, seminar, penelitian,  sampai teman yang ngontrol kamu biar fokus skripsi :v

Manfaatkan forum diskusi baik online maupun offline. Ini akan mengajarkan kamu pemikiran yang kritis dan menghadapi berbagai macam tekanan dari orang lain. 

Semua itu akan berakumulasi dan mempengaruhi kemampuan dalam bidang studi yang kamu ambil. Kamu bisa ikut kegiatan yang berhubungan langsung dengan jurusan kamu (seperti join komunitas pelestarian bangunan bersejarah bagi arsitek), yang menyangkut hobi, atau yang melengkapi kemampuan lain seperti bahasa, klub baca, komunitas backpacker untuk yang ingn jadi travel writer, dan sebagainya. Dipadu-padankan sendiri deh. 

Hubungan Kualitas Daerah Tujuan Studi dengan Kuliah

Nah, apa yang saya sebut dengan daerah akan menggiring pemilihan universitas tadi ya ini. Misal kamu ingin belajar desain (arsitetur, lansekap, fashion, interior, komunikasi visual, dan lain-lain) bidang yang modern atau tradisional. Kalau tradisional kamu bisa pilih Jogja karena perkembangan budaya dan bangunan bersejarah di sana cukup mendukung. Begitu juga dengan komunitas-komunitasnya. Kalau yang urban, coba cek Bandung. 

Di Surabaya, pemerintah kotanya memberi ruang yang wow untuk pekerja ekonomi kreatif seperti seminar besar yang gratis, jaringan pekerja kreatif berbasis internet, dan sebagainya. Di Malang, banyak sekali ruang-ruang bagi yang ingin berkembang di dunia penulisan. Bahkan suatu panitia seminar yang saya ikuti sering excited dengan jumlah peserta yang lebih banyak dibanding pelaksanaan di daerah lainnya.

Bonus Menggiurkan dari Kegiatan di Luar Kuliah

Bonusnya, sertifikat seminar, pengalaman organisasi, relawan, komunitas, kegiatan sosial, kegiatan kreatif dan lain-lain mendongkrak nilai kamu di mata pemberi pekerjaan. Kalau kamu ingin melanjutkan S2 dengan beasiswa, apalagi keluar negeri, pengalam seperti ini amat diperlukan. Bagi tim seleksi, orang dengan IPK tinggi bisa kalah dari orang IPK rendah tapi punya pengalaman berorganisasi. 

Jika Harus Kerja Sampingan
Tinggal ubah saja pola pikirnya. Jaman sekarang, bekerja tidak lagi terbatas ruang waktu. Kamu hanya perlku inisiatif, berani, dan kegigihan. 

Kamu bisa jualan online barang -barang khas daerahmu, kebutuhan mahasiswa, buku bekas, dan macam-macam. Kalau punya skill menulis, coba jadi penulis lepas (freelance), jasa pembuatan artikel, wartawan insidental, ikut lomba, atau buat website pribadi yang menarik bayaran dari Google atau iklan. 

Kamu Hanya Perlu Berani
Banyak yang urung kuliah di daerah tertentu karena orang tua khawatir dengan pergaulan bebas, bencana, kriminal, sampai paham radikal (terorisme). Semua kembali pada dirimu sendiri, niat belajar atau kuliah hanya untuk lepas dari orang tua dan gaya-gayaan saja. Ini akan membantu kamu menjelaskan pada orang tua. 

Jika kamu tidak punya siapapun di daerah itu, beranikan diri menghubungi alumni atau senior di sekolah atau yang se-kampung halaman, meski belum kenal sebelumnya. Minta tolong dibantu. Tidak perlu sungkan asal kamu sopan. 

Begitu juga saat ingin ikut forum diskusi, masuk organisasi komunitas, sampai mencari kerja sampingan. Beranikan diri pergi sendirian ke daerah sekitar untuk sekedar hiburan, memperluas wawasan, ikut lomba, ikut pelatihan, seminar, dan lain-lain. Misal, kamu ada di Malang, beranikan diri jalan sendiri ke Surabaya, Blitar, Jogja, Semarang, Bandung, bahkan Jakarta, demi menyerap ilmu. 

Kamu takut hipnotis, copet, penipuan, sampai penculikan? Cari info modus-modus di tiap daerah biar kamu tahu cara memgantisipasinya. Contoh, tidak mudah percaya pada teman seperjalanan, tidak menerima makanan atau minuman, duduk di dekat sopir, tidak pamer barang berharga, jangan ngaku jalan sendirian, atau jangan bilang baru pertama kali ke daerah itu, dan sebagai-bagainya.

Nah itu dulu tipsnya, Adik-Adik. Kalau mau komunikasi lebih lanjut, khususnya soal kuliah di Malang, silakan kontak facebook saya atau komen. Semoga bermanfaat dan sukses selalu, Anak Indonesia!

Baca Juga :  Tanyakan 4 Hal Ini pada Diri Sendiri Sebelum Memilih Beasiswa

2 thoughts on “Tips Memilih Universitas untuk S1 Dalam Negeri

  1. sunarsih

    saya mau nanya kalau misalnya setelah lulus kuliah supaya tidak menggangur tuh gimana yah

    Reply
    1. Ummu Rahayu Post author

      Menurut saya, tinggal ubah saja pola pikirnya dengan tidak cuma mengharap lowongan kerja dari perusahaan dan lain-lain. Dengan passion dan kreativitas, seseorang bisa menciptakan pekerjaan sendiri. Karena itu, waktu kuliah perlu dimanfaatkan untuk mencari berbagai ilmu, skill, dan jaringan. Dari situ kita bisa tahu jalan mana saja yang bisa ditempuh menuju Roma. Sering kita ditinggal kesempatan hanya karena kurang informasi atau tidak ‘pede’ berinteraksi.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *