Tips Melawan Rasa Takut Kuliah ke Luar Negeri

By | December 31, 2015

Kuliah ke luar negeri masih seperti pergi ke bulan bagi sebagian besar pelajar Indonesia. Banyak yang pesimis akan syarat kompetensinya. Belum lagi membayangkan dana yang dibutuhkan.

Tiffani Robyn Soetikno punya tips menaklukkan rasa takut kuliah ke luar negeri. Hal tersebut ia ungkapkan lewat Indonesia Mengglobal.

Baginya, berjuang untuk kuliah ke luar negeri seperti memanjat tebing curam. Berikut saya sarikan inspirasi darinya.

Jangan Kecilkan Hatimu Sendiri!

Banyak anak muda Indonesia yang merasa tidak pantas kuliah ke luar negeri. Semua orang punya mimpi tapi apakah memiliki tekad atau sumber daya untuk mencapainya.

Namun, bagaimana berhasil jika belum apa-apa, sudah pada meremehkan pengalaman, pendidikan, dan kualitas diri sendiri. Seperti melihat tingginya tebing saat kita berada di bawah. Coba deh pahami kelebihan diri sendiri untuk mencari beasiswa kuliah ke luar negeri yang sesuai.

Pijakan Pertama: Ubahlah Persepsi Terhadap Indonesia

Menurut Robyn, rasa nekat kuliah ke luar negeri integral dengan memanjat gunung. Seseorang harus berani membuat pijakan pertama, yaitu mengubah pandangan terhadap Indonesia.

Sarannya, carilah hal-hal positif dari Indonesia yang bisa membantu kita bekontribusi saat kuliah ke luar negeri nantinya.

Memelihara Rasa Nekat

Meski sudah lulus S1 di Amerika, Robyn tetap merasa ada kekurangan dalam persiapannya mendaftar S2 di Inggris. Walaupun begitu, ia tetap nekat mengirim berkas.

Setelah mendaftar baru ia pasrah. Jika diterima dia akan berangkat ke Inggris, jika tidak ya cari kerja atau lainnya. Kalau pasrah tersebut ia pelihara sebelum mendaftar, bisa-bisa mimpinya gagal.

Komitmen Terbesar Adalah Waktu

Uang adalah komitmen yang konkrit tapi bisa diperoleh dengan banyak cara. Sementara itu, waktu menguji tekad seseorang.

Baca Juga :  Beasiswa Pertukaran Pelajar ASEAN Uni Eropa (Fully Funded) untuk Mahsiswa S1 Deadline 22 Mei 2017

Kalau keinginannya memang kuat, seseorang akan mencuri waktu dalam kesehariannya. Waktu tersebut dipakai untuk mencari informasi, menjaring kenalan, mencari universitas yang cocok, dan lain-lain dari berbagai sumber.

Soal biaya kuliah akan kita hadapi setelah mendaftar. Sebelum saat itu datang, waktu dari jauh-jauh hari bisa dimanfaatkan untuk berbagai persiapan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *