Tips Cepat Mendapat Beasiswa S2 Luar Negeri

By | November 22, 2015

Beasiswa S2 kerap melintas di pikiran banyak anak muda, terutama yang masih sarjana. Namun, banyak juga yang belum sadar bahwa persiapannya perlu waktu panjang. Setelah lulus S1, ada yang baru sadar nilainya tidak mencukupi, bahasa asing belum maksimal, atau pesimis untuk mendapat surat rekomendasi.

Ada juga yang asal melamar saja, terburu-buru, lalu gagal. Ada juga yang memilih sabar menunggu sambil memperbaiki sampai mumpuni, terus mencoba, dan berhasil. Tapi, pilihan kedua ini cukup menghabiskan umur kalau baru start setelah sarjana. Sebenarnya, jangka waktu itu bisa dipotong dengan menyiapkan segala sesuatu sejak kuliah S1.

Artikel Budi Waluyo di Kompasiana cukup membuat saya tersentak, inspiratif. Penerima International Fellowship Program Ford Foundation USA ini menuturkan tips cepat mendapat beasiswa S2 luar negeri yang ia lakukan sejak kuliah S1.

Memahami Kelemahan Diri dalam Syarat Beasiswa S2 Luar Negeri

Alumnus University of Manchester tersebut mengungkapkan, ada lima persyaratan inti beasiswa S2 luar negeri, yaitu TOEFL, pengalaman kerja, pengalaman organisasi, publikasi, dan rencana penelitian ke depan. Cermati pada poin mana kelemahan kita dan segera penuhi.

Mengikuti Berbagai Organisasi, Seminar, dan Pelatihan Sejak S1

Poin ini nampaknya perlu waktu panjang. Karena itu, kegiatan di luar akademik perlu diikuti saat masih kuliah S1. Budi Waluyo sendiri selalu mencatat berbagai aktivitasnya tersebut dalam curriculum vitae (CV) dengan tanggal yang lengkap.

Beliau menuturkan, organisasi yang menarik bagi sponsor beasiswa luar negeri biasanya terkait kemasyarakatan, gender, isu pendidikan, kemiskinan, hukum, lingkungan, dan lain-lain.

Rajin Mengikuti Lomba Menulis Sejak Semester 1

Untuk memenuhi syarat publikasi, penulis buku Inspirasi Paman Sam ini mengikuti berbagai lomba sejak semester 1 (sarjana). Ia pun selalu mencatat lomba yang dimenangi di CV. Begitu juga dengan artikelnya yang dimuat media massa. Naskah-naskahnya pun selalu disimpan. Bidik juga ranah publikasi lainnya seperti buku, jurnal, paper seminar, dan lain-lain. Prestasi semacam ini sangat membantu profil diri ketika melamar beasiswa s2 luar negeri.

Baca Juga :  Beasiswa Pertukaran Mahasiswa S1 dan D4 ke Amerika dari AMINEF Deadline 31 Desember 2017

Trik Memenuhi Syarat Pengalaman Kerja

Budi Waluyo memang tidak menginginkan pengalaman kerja ia cari setelah lulus S1. Ini karena akan membuat mimpinya mendapat beasiswa master jadi lebih lama tercapai. Sementara itu, syarat pengalaman kerja untuk melamar beasiswa S2 luar negeri bisa 2 – 3 tahun.

Sebaiknya, mulai cari pengalaman kerja sejak kuliah S1 dan catat di CV. Pemilik Sekolah TOEFL online tersebut menyarankan bekerja di lebih dari satu institusi pada tahun yang sama.

Menjaga Hubungan Baik dengan Dosen dan Atasan

Poin ini sangat inspiratif bagi saya. Beberapa tips menyebutkan lamaran beasiswa makin ampuh dengan lebih dari satu surat rekomendasi. Dokumen tersebut bisa didapat dari dosen, rekan kerja, atau atasan. Karena itu, penting menjaga hubungan baik dengan para pemberi rekomendasi. Tulis Budi, akan lebih penting lagi jika orang tersebut bergeral Professor. Ini karena surat rekomendasi dari Professor sangat kuat.

Maksimalkan TOEFL

Saya peribadi mengartikan ini sebagai kemampuan bahasa asing secara umum. Selain TOEFL, ada syarat IELTS, standar bahasa negara tujuan, dan lainnya, tergantung sasaran kita. Syarat skor bahasa tersebut tidak bisa ditawar. Jika berani melamar dengan nilai di bawah standar, aplikasi sudah pasti ditolak.

Belajar bahasa perlu waktu panjang dan latihan yang banyak. Karena itu, perlu disiapkan dari jauh-jauh hari.

Mulai Mencari Ide Penelitian

Sejak kuliah S1, beswan Fulbright Presidential Scholarship tersebut mulai mendengarkan ide-ide penelitian dari para dosen. Beliau memilih mana yang cocok untuk S2-nya nanti. Budi menuturkan, topik penelitian yang menarik dalam beasiswa S2 luar negeri harus bermanfaat bagi orang banyak, khususnya masyarakat yang berhubungan dengan bidang yang diambil.

Menyiapkan Aplikasi dengan Matang

Baca Juga :  Beasiswa Pelatihan Menulis di Jerman dari Climate Tracker Deadline 10 Desember 2017

Pertama, pilihlah beasiswa yang bisa kita penuhi syaratnya. Untuk ini, perlu usaha yang lebih untuk mencari berbagai informasi beasiswa s2 luar negeri, dari banyak sumber. Koleksi tanggal-tanggal deadline dan buat siapkan aplikasi sedini mungkin.

Budi Waluyo menekankan agar berhati-hati dalam mengisi formulir beasiswa (jangan anggap enteng). Ia bahkan menyarankan pengisian formulir dilakukan selama 2 – 3 bulan di sela kegiatan sehari-hari. Ini karena, setiap jawaban harus ditulis dengan hati-hati dan perlu diskusi dengan dosen di S1 atau lainnya. Buatlah dengan isi dan argumentasi yang jelas. Formulir juga jadi pemandu jika pelamar lolos ke tahap wawancara.

Memperbanyak Ibadah

“Saya menyarankan, mulai sekarang, perbanyaklah ibadah, berbakti pada orang tua, serta berbuat baik pada orang lain”, tulis Budi dalam artikelnya. Ini karena selalu ada campur tangan Tuhan dalam kehidupan kita. Ibadah juga bisa menguatkan kita saat menjalani proses yang panjang dalam mengejar beasiswa s2 luar negeri.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *