Tips Assistantship

By | December 20, 2016

Sederhananya, assistantship adalah bantuan keuangan dengan cara mempekerjakan mahasiswa tersebut. Pekerjaan yang diperoleh bisa berhubungan langsung dengan studi atau tidak langsung. Kontribusi mahasiswa dapat berupa membantu proses mengajar (asisten dosen), penelitian (asisten peneliti), administrasi kampus, proyek, dan lain-lain.

Manfaat utamanya, beban finansial mahasiswa jadi berkurang seperti pembebasan biaya kuliah penuh atau sebagian, gaji tetap, persenan proyek, bebas asuransi, dan sebagainya. Manfaat jangka panjangnya, mahasiswa bisa memperdalam penguasaan teori, aplikasi lewat praktik, kemampuan analisa, mengembangkan relasi, juga melatih kepemimpinan. Masih banyak lagi keuntungan lanjutannya.

Mengapa assistanship harus digunakan sebaik-baiknya? Selain manfaat keilmuan di atas, juga ada manfaat relasi, hubungan dengan orang yang mempekerjakan kita, atau rekan yang bekerja dengan kita, yang akan dibawa sampai ia lulus nanti. Jadi, bagaimana cara memanfaatkan asistanship sebaik-baiknya?

Tunjukkan Hard Skill dan Soft Skill

Percayalah, jika performa kita bagus maka akan terus dipakai. Masa-masa menjalani asistantship jadi ajang branding yang merupakan referensi bagi orang di sekitar.

Terutama, jika bekerja pada proyek yang berhubungan langsung dengan bidang studi kita. Setelah lulus nanti, kita bisa ditawari kembali proyek-proyek lainnya.

Dalam dunia profesional, tuntutan tidak hanya pada soal akademik atau hard skill (seperti penguasaan teori, prosedur praktik, dan analisa), tetapi juga soft skill misalnya manajemen waktu, komunikasi, negosiasi, pengambilan keputusan, kemampuan bekerja dalam tim, pemahaman struktural, kepemimpinan, dan lainnya. Keduanya tidak bisa dipisahkan jika kita ingin menorehkan kesan yang baik saat assistantship.

Tunjukkan Etika yang Baik

Kalau ingin dicap baik kita tidak harus menjilat. Itu hanya akan jadi bumerang. Percayalah tindakan lebih penting dibanding perkataan.

Selain itu, umumnya orang lebih nyaman bekerja dengan orang yang menghargainya dibanding orang yang lebih pintar namun tidak beretika. Mungkin kita bukan orang yang peka namun berjanji lah untuk terus belajar dari kesalahan masa lalu maupun konsultasi dengan orang lain. Membaca tips-tips di internet boleh juga.

Baca Juga :  Manfaat FAQ Informasi Beasiswa

Tunjukkan Profesionalisme

Ada dunia kerja yang mengharuskan bertindak cepat meski hasilnya kurang sempurna. Ada juga yang menuntut perfeksionisme. Namun, siapa yang tidak puas dengan orang yang tepat waktu, meski lebih cepat lebih baik.

Tepat waktu tersebut bisa saat menyetor tugas atau datang rapat lebih awal. Jika tidak diberi tenggat waktu yang jelas, sebaiknya setor pekerjaan secepat mungkin.

Tunjukkan Tanggung Jawab

Bisa jadi, assistantship adalah pengalaman bekerja pertama mahasiswa. Selalu ingat bahwa cara kita bekerja saat ini akan jadi referensi di masa depan bagi siapa saja yang melihat kinerja tersebut.

Kadang ada rasa takut yang harus dihadapi namun itu semua proses. Tetap kerjakan apa yang menjadi tugas kita. Jika sudah melakukan yang terbaik tetapi tetap salah maka itu lah proses belajar. Hindari mengalihkan tugas pada rekan lain kecuali pada saat genting dan kita sudah mengerjakan sebagian besarnya.

Jangan Anggap Remeh Junior

Sebagian assistanrship menuntut mahasiswa bekerja dalam tim baik dengan senior maupun junior. Nah, ingat lah junior hanya hirarki berdasarkan tahun masuk dan mata kuliah yang telah diterima. Junior bisa saja menyimpan ide dan inisiatif brilian karena pengalaman setiap orang berbeda. Junior juga salah satu pihak yang menjadikan kinerja kita sebagai referensi di masa depan.

Selamat mencoba, semoga keberhasilan dan kegagalan saya bermanfaat buat pembaca.

Baca juga: Cara Memperoleh Assistantship


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *