Pertanyaan Tentang Budaya Pelamar Saat Wawancara Beasiswa

By | December 5, 2015

Wawancara beasiswa jadi alat tim seleksi untuk tahu kesiapan pelamar. Pertanyaan umum dalam wawancara beasiswa bisa saja didapat semua pelamar. Namun, ada juga pertanyaan yang bakal berbeda buat tiap peserta.

Mempelajari isu terkini penting juga karena boleh jadi muncul di wawancara beasiswa. Sebenarnya, beswan satu ini sudah mengantisipasi itu tapi yang keluar malah jauh dari perkiraannya.

Disarikan dari Sahabat Beasiswa, berikut penuturan Reisha Humaira tentang pengalaman wawancara beasiswa Pemerintah Jepang (Monbukagakusho) di tahun 2009. Pewawancara terdiri dari pihak asing dan orang Indonesia.

Bersikap Tenang dan Apa Adanya Saat Wawancara Beasiswa

Sebelum ke inti, Reisha menyarankan untuk tenang dan jadi diri sendiri saat wawancara beasiswa. Menurutnya, tidak perlu jadi orang yang sok tahu dalam menjawab pertanyaan. Cukup beri penjelasan apa adanya karena pewawancara hanya ingin tahu seperti apa diri pelamar.

Sesi Awal Wawancara Beasiswa

Pertama, Reisha diminta memperkenalkan dirinya. Setelah menjawab nama dan pendidikan, ia ditanya organisasi yang pernah diikuti semasa kuliah.

Sesi Pertanyaan Riset dalam Wawancara Beasiswa

Reisha termasuk orang yang tidak ditanggapi banyak setelah menjelaskan tentang topik penelitiannya. Namun, ada juga yang disela lebih tajam seperti Mahening Citra Vidya.

Pertanyaan Umum Lainnya

Apa yang dilakukan setelah lulus kuliah di Jepang? Bagian ini biasanya berhubungan dengan esai beasiswa atau motivation letter jika masuk syarat aplikasi.

Apa sudah menghubungi professor di Jepang? Ini terkait kesediaan supervisor atau calon pembimbing.

Lainnya: di Indonesia, masalah apa yang sangat penting untuk diselesaikan? Apa sudah pernah ke luar negeri?

Malah Bertanya tentang Budaya Pelamar

Bagian ini yang berkesan buat Reisha, pertanyaan tentang latar belakangnya sebagai orang Minangkabau.

Baca Juga :  Kuliah ke Belanda? Ayo Daftar Orange Tulip Scholarship Sekarang!

“Kalau di Minangkabau kan, katanya kedudukan perempuan lebih tinggi dari laki-laki. Dalam rumah tangga, apa kedudukan istri lebih tinggi dari suami?”

Ia lalu ditanya, apa perbedaan karakter orang Minang dan Jepang. Ia juga diminta menjelaskan apa yang bisa ia lakukan di Jepang terkait latar belakangnya sebagai orang Minang.

Ada Juga Kaitan dengan Agama

“Anda kan muslim yang taat. … Di Jepang, makanan halal paling hanya ikan dan sayur, bagaimana?” Reisha pun menjelaskan tentang strateginya memasak sendiri dan lebih memilih ikan.

Praktik Bahasa Jepang

Apa sudah belajar Bahasa Jepang? Karena sudah mulai belajar, ia diminta praktik memperkenalkan diri dengan bahasa tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *