Perbedaan TOEFL dan TOEIC yang Lebih Lengkap

By | January 29, 2017

Jenis tes standar bahasa Inggris yang umumnya kita kenal adalah TOEFL atau Test of English as Foreign Languge. Tes ini ada ‘kembarannya’ lho, yaitu TOEIC atau Test of English for International Communication. Meski saya bilang ‘kembar’, ternyata mereka ini beda. Hati-hati kalau mau mendaftar kuliah atau beasiswa atau melamar kerja harus tahu mana yang dipakai. Cek perbedaan TOEFL dan TOEIC yang kami sajikan dengan lebih lengkap berikut ini.

Perbedaan TOEFL dan TOEIC Menurut Tujuan

Keduanya sama-sama menguji kemampuan bahasa Inggris. Tes ini untuk warga negara yang bahasa ibu atau bahasa sehari-harinya bukan bahasa Inggris. Namun, tujuan TOEFL dan TOEIC berbeda.

TOEFL bertujuan untuk mengetahui kemampuan bahasa Inggris seseorang dalam dunia akademik atau perkuliahan. Makanya, tes ini biasanya jadi syarat masuk perguruan tinggi luar negeri dan seleksi beasiswa.  Tes ini menentukan apakah seseorang mampu menjalani sebuah program pendidikan.

Secara umum, TOEIC bertujuan untuk mengetahui kemampuan komunikasi seseorang dengan bahasa Inggris. Ini karena bahasa Inggris merupakan lingua france atau bahasa pergaulan internasional. Tes ini lebih fokus mengukur kemampuan bahasa Inggris seseorang dalam dunia kerja. Khususnya, dunia kerja skala global atau internasional.

Tujuan TOEIC lebih beragam namun umumnya ada 3 fungsi:

  • Mengetahui kemampuan bahasa Inggris karyawan atau sebagai syarat naik jabatan (korporasi/perusahaan).
  • Mengetahui kemampuan bahasa Inggris siswa sehingga guru bisa menyesuaikan pelajaran yang diberikan (sekolah).
  • Melatih staf, merekrut, dan mempromosikan pegawai (instansi pemerintah).

Perbedaan TOEFL dan TOEIC Menurut Kemampuan yang Diukur

Karena tujuannya berbeda, materi yang diuji juga beda. Komponen tes bisa sama tapi topiknya beda. Karena ditujukan untuk dunia akademik, TOEFL mengukur berbagai kemampuan berikut.

  • Kemampuan menulis dengan tata bahasa yang baik dan benar sehingga mumpuni untuk karya ilmiah atau tugas kuliah dalam bahasa Inggris.
  • Kemampuan membaca referensi berbahasa Inggris yang diperlukan dalam dunia perkuliahan.
  • Kemampuan memahami pembicaraan dalam bahasa Inggris (kalau tidak mampu bagaimana bisa mengerti apa kata dosen kan?).
  • Kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris.
Baca Juga :  Kepanikan Peserta Beasiswa LPDP yang Harus Kamu Antisipasi - Part 1

Sementara itu, kemampuan yang diuji dengan TOEFL yang lebih dominan berikut ini.

  • Kemampuan mendengar dalam bahasa Inggris agar bisa berkomunikasi dengan atas atau rekan kerja, memahami materi rapat, dan pertemuan jarak jauh.
  • Kemampuan membaca yang diperlukan untuk memahami email, laporan, dan berkas pekerjaan lainnya.

Pada awalnya, TOEIC dirancang untuk menguji kemampuan listening dan reading saja. Sebagai penyelenggara resmi TOELF dan TOEIC, Educational Testing Service kemudian mengembangkan TOEIC versi kedua. Pada versi baru ini, TOEIC juga menguji kemampuan sepaking dan writing.

Perbedaan TOEFL dan TOEIC Menurut Topik Soal

Perbedaan TOEFL dan TOEIC juga terlihat dari topik soalnya. Komponen tes bisa sama tapi topiknya beda. Soal-soal pada tes TOEFL lebih pada dunia akademik atau perkuliahan. Misalnya, soal reading tentang fakta-fakta bumi, fakta-fakta isu lingkungan, perubahan pola konsumsi sekelompok masyarakat, dan lainnya. Pada soal listening contohnya kita mendengarkan percakapan antara dosen dan mahasiswa yang berdiskusi tentang sebuah topik akademik. Pada soal structure ada topik tentang gelar akademik, mengatur password akun mahasiswa, berinteraksi dengan teman, dan lainnya.

Materi TOEIC lebih pada percakapan sehari-hari yang berhubungan dengan pekerjaan atau bisnis. Artinya, secara umum TOEIC menguji kemampuan general dan business english. Pada reading misalnya ada topik periklanan, memo kantor, jadwal pertemuan atau perjanjian, laporan kantor, libur kerja, email rekan keja, pertemuan karyawan, dan lain-lain. Topik structure menyangkut investor, proyek kerja, produk perusahaan, gaji, dan lain-lain. Sama halnya dengan TOEFL, ada tes listening, reading, speaking, dan writing.

Perbedaan TOEFL dan TOEIC Menurut Skor

Standar TOEFL dan TOEIC berbeda. Untuk TOEFL, ada tiga jenis tes dengan rentang yang berbeda sebagai berikut.

  • Skor TOEFL PBT (Paper Based Test) = 310 – 677
  • Skor TOEFL CBT (Computer Based Test) = 30 – 300
  • Skor TOEFL IBT (Internet Based Test) = 8 – 120
Baca Juga :  Hati-Hati dengan Tanda Penipuan Beasiswa

Ada beasiswa atau syarat masuk universitas yang menerima skor keseluruhan TOEFL. Ada juga yang meminta lebih detail, yaitu standar skor masing-masing listening, reading, speaking, dan writing.

Rentang skor TOEIC ialah 10 – 990. Umumnya, syarat skor TOEIC untuk bekerja di luar negeri minimal 450.

TOEFL dan TOEIC sebagai Syarat Pendidikan dan Pekerjaan

Apakah syarat TOEIC tidak mungkin ada di dunia akademik? Jawabannya: tidak alias mungkin saja. Beberapa perguruan tinggi mensyaratkan skor TOEIC sebagai syarat mendaftar wisuda atau syarat ujian tugas akhir (skripsi, tesis, atau disertasi). TOEFL biasanya jadi syarat penerimaan universitas luar negeri dan jadi syarat kelulusan juga di perguruan tinggi dalam negeri.

TOEIC juga jadi syarat penerimaan mahasiswa dan seleksi beasiswa, tapi jarang. Biasanya, dunia akademik menggunakan TOEFL dan lainnya seperti IELTS. Standar TOEFL juga kadang jadi syarat melamar kerja di Indonesia seperti di instansi pemerintahan dan perusahaan swasta.

Kalau melihat perbedaan TOEFL dan TOEIC, lebih baik pilih yang mana ya?

Sumber referensi:

English First Indonesia

Vista Education

Erlangga

Persona Study

Kampung Inggris

Belajar Inggris

Kompas – Edukasi

ITC Indonesia

TOEFL Indonesia

Riyanto, Slamet., NH, Leila., & NH., Emilia. 2008. A Complete Course to The TOIEC Test. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

2 thoughts on “Perbedaan TOEFL dan TOEIC yang Lebih Lengkap

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *