Open Society Fellowship, Deadline 1 Maret 2017

By | November 7, 2016

Open Society Fellowship ditemukan pada tahun 2008 untuk mendukung mereka yang memiliki pendekatan inovatif dan tidak biasa dalam memecahkan tantangan masyarkat yang terbukan (open society). Program ini akan meningkatkan pengetahuan publik terkait berbagai tantangan tersebut dan menstimulasi pembicaraan serta penggalian yang luas di dunia melalui Open Society Foundations.

Isu Hak Asasi Manusia (HAM) selalu ada di mana-mana, mengapa? Karena:

  •  Mereka yang membawa analisis dan laporan HAM tergoda oleh kerangka hukum dan menolak kekuasaan tak seimbang yang mengarah pada pelanggaran HAM.
  • Politisi semakin bermain di tengah kekhawatiran HAM menjadi “Kuda Troya”, yang mengancam masyarakat dengan menjanjikan hak untuk membahayakan pihak lain.

Kedua pernyataan tersebut ditujukan untuk mendoron perdebatan dan kontroversi produktif, dan bukan merupakan pandangan dari Open Society Foundation. Pelamar  harus membantah, membuktikan, atau  berperan dalam satu atau kedua pernyataan tersebut di dalam aplikasi mereka. Saat memilih topik, penerima beasiswa akan bekerja pada proyek yang mereka rancang dan mereka minati. Pada saat yang sama, peserta diharapkan memanfaatkan sumber daya intelektual dan logistik dari Open Society Foundations dan memberi kontribusi yang bermanfaat bagi cara berpikir yayasan ini. Penerima beasiswa juga berkesempatan untuk saling berkolaborasi dengan yang lainnya (membentuk kelompok).  Peserta diharapkan tidak hanya mendorong debat teoritis tetapi juga perubahan dan reformasi kebijakan.

Kriteria Penerimaan

Kandidat ideal adalah  mereka yang dapat melihat di luar dari perspektifnya sendiri terkait bidang studi mereka dan memiliki kegigihan untuk menyelesaikan proyek yang luar biasa. Proposal yang akan diterima berasal dari seluruh negara, namun diperlukan kecakapan dalam bahasa Inggris aktif maupun pasif (tulis). Pelamar harus menunjukkan pemahaman mendalam terkait tema besar yang terdapa di dalam pernyataan (satu atau dua topik di atas) yang mereka pilih. Peserta juga harus bersedia bekerja dengan kelompok penerima beasiswa dengan latar belakang pekerjaan, geografi dan ideologi yang berbeda. Kandidat terpilih dalam fellowship ini harus menggunakan sumber daya yang ditawarkan Open Society Foundations dan siap terlibat secara konstruktif dalam jaringan global yayasan ini.

Baca Juga :  Beasiswa S2 Jerman DAAD (Beasiswa Penuh) Deadline 31 Juli 2017

Ketentuan Tambahan

Beasiswa ini hanya untuk perorangan. Proposal atas nama organisasi atau individu yang mewakili sebuah organisasi tidak akan diterima. Beasiswa ini bukan untuk mendanai program studi gelar atau non-gelar akademik. Open Society Scholarship Fellowship juga bukan untuk membiayai penelitian tugas akhir perkuliahan.

Tujuan dan Prioritas

 Penerima beasiswa ini akan membuahkan hasil sesuai dengan pilihan mereka, seperti buku, artikel jurnalistik atau akademik, proyek seni, dan lain-lain. Penerima beasiswa juga akan mengembangkan produk kerja sama. Jika diperlukan, pihak penyelenggara akan membantu peserta dalam merumuskan  hasil akhirnya.

Panduan

Bagi yang berminat dalam beasiswa ini harus mempelajari buku panduan. Pelajari juga Tips fo a Robust Proposal dan Tax Law Lobbying Rules.

Pelamar harus mengirimkan letters of inquiry yang menjelaskan topik proyek, usulan produk kerja, dan relevansinya dengan pernyataan di atas (terkait HAM), dalam satu sampai dua halaman dengan satu spasi. Dokumen harus disertasi dengan curriculum vitae. 

Letters of inquiry akan di-review selama lima minggu. Kandidat terpilih akan diminta untuk mengirim proposal lengkap.

Untuk mendaftar beasiswa ini kirimkan aplikasi ke sini. Batas pendaftaran pada tanggal 1 Maret 2017, dan tanggapan kepada peserta paling lambat tanggal 24 Maret 2017.

Informasi selengkapnya di laman ini.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *