Mitos dan Fakta Beasiswa LPDP – Part 3

By | December 18, 2015

Beasiswa LPDP makin populer bagi pelajar Indonesia. Meski tidak pakai kuota, bukan berarti program ini gampang ditaklukkan. Namun, jangan sampai kita tidak mendaftar atau gagal seleksi karena salah paham dan kurang informasi.

Artikel ini merupakan bagian dari Mitos dan Fakta Beasiswa LPDP Part 1, Part 2, dan seterusnya. Jadi, masih banyak informasi lain dalam artikel-artikel tersebut. Berikut saya lanjutkan mitos dan fakta beasiswa LPDP – Part 3 ini.

Mitos: Karena Wawancara di Indonesia maka Pakai Bahasa Indonesia

Fakta:

Ini mengingatkan agar tidak merasa aman dengan nilai TOEFL atau IBT yang tinggi. Skor harus diimbangi dengan kemampuan speaking atau active English.

Penggunaan bahasa dalam wawancara beasiswa LPDP tidak bisa diprediksi. Ada yang dapat 50:50 bahasa Indonesia dan Inggris. Ada yang sepenuhnya English, ada pula yang tidak sama sekali. Bisa juga dari awal pakai bahasa Indonesia, lalu penutupannya saja yang bahasa Inggris.

Mitos: Bisa dong, Sedikit Bohong Biar Menarik di Mata Penyeleksi

Fakta:

No no no. Jangan coba lakukan ini dalam aplikasi maupun wawancara beasiswa. Kemukakanlah kelebihan dan sisi unik diri apa adanya dan hubungkan dengan rencana masa depan.

Pelamar mungkin saja lolos administrasi tapi kebohongan akan terdeteksi saat wawancara beasiswa. Ini karena selain dua orang professor, satu interviewer adalah psikolog. Jika memang ada niat yang masih salah (misal supaya bisa jalan-jalan keluar negeri), coba renungkan lagi dan perbaiki dalam diri.

Meski peserta wawancara sudah jujur, psikolog bisa saja memancing-mancing. Seperti pengalaman Hadha Afrisal, yang ditanya tentang kegiatan sosial.

Ia pun menjawab tidak banyak berkontribusi, hanya pernah ikut Kuliah Kerja Nyata. Hadha tidak tergoda untuk melebih-lebihkan. Sarannya, ceritakan saja prestasi kita apa adanya namun dengan bersemangat dan memiliki visi.

Baca Juga :  Siapa Saja yang Bisa Memberi Surat Rekomendasi?

Mitos: Pewawancara Tidak Tahu Bidang Ilmu Kita Karena Jurusan Pelamar Beragam

Fakta:

Saat masuk ruang wawancara beasiswa LPDP, ternyata peserta dikelompokkan dalam rumpun ilmu yang sama (Suryanara). Misalnya, ekonomi, bahasa dan budaya, kesehatan, dan lain-lain. Dari sini bisa disimpulkan pewawancara juga dari lingkup keilmuan yang sama.

*Segmen Mitos dan Fakta Beasiswa LPDP akan terus dikembangkan seiring bertambahnya artikel pengalaman alumni yang saya baca. Karena itu, topik ini saya bagi ke berbagai part. Silahkan update di tag beasiswa LPDP situs ini.


One thought on “Mitos dan Fakta Beasiswa LPDP – Part 3

  1. yulianto

    saya daftar online tapi ada kesalahan pada tahun lahir saya dan tidak dapat dirubah lagi. solusinya gmn ya? terimakasih

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *