Mitos dan Fakta Beasiswa LPDP – Part 2

By | December 18, 2015

Beasiswa LPDP terdengar berat tapi juga tidak bisa dibilang ringan. Siapa yang optimis dan getol berusaha akan berjodoh dengan dana pendidikan dari pemerintah ini. Namun, salah paham dan kurang informasi sering membuat kita mundur sebelum perang.

Pada Part 1, saya menuturkan berbagai mitos dan fakta beasiswa LPDP. Seiring bertambahnya referensi, segmen tersebut saya kembangkan menjadi Part 2 berikut ini.

Mitos: Persyaratan Mudah, Bisa Disiapkan Singkat

Fakta:

Kata siapa? Tidak ada aplikasi beasiswa yang bisa disiapkan dalam waktu sehari bahkan seminggu kecuali sudah pengalaman sebelumnya. Kecuali lagi, dokumen-dokumen sudah diurus dari jauh hari (tetap saja perlu persiapan lama kan?).

Meminta surat rekomendasi jarang bisa langsung todong, perlu pendekatan dengan calon pemberi, membuat draft, revisi, berburu tanda tangan kalau orangnya sibuk. Mengisi formulir online buru-buru memicu salah ketik, begitu di-save tidak bisa di-edit lagi. Penting, esai beasiswa tidak dapat dibuat sembarangan. Perlu kontemplasi, minta komentar, konsultasi, diskusi, dan lain-lain. Begitu pula hal-hal detail lainnya. Belum lagi ada sistem error.

Mitos: Penyelenggara Lebih Tertarik dengan Universitas Bergengsi

Fakta:

Banyaknya pelamar lain yang memilih universitas top bisa melemahkan keyakinan kita. Program beasiswa LPDP sendiri menentukan 200 universitas pilihannya (jumlah ini bisa berubah sesuai kebijakan).

Namun, sebesar apapun institusi pendidikan yang dipilih pelamar akan percuma jika ia tidak bisa meyakinkan tim seleksi. Pengalaman Satria Hardinata menemukan banyak yang gagal saat wawancara beasiswa karena tidak bisa menjelaskan alasan memilih jurusan di universitas tujuan.

Kualitas jurusan di suatu kampus belum tentu sebaik akreditasi atau pamor umum universitas tersebut. Lagi pula, meski nama jurusannya sama, fokus studi tiap institusi pendidikan bisa berbeda.

Baca Juga :  Beasiswa S2 di Spanyol Bidang Hukum Deadine 31 Mei 2017

Mitos: Tidak Perlu Banyak Persiapan Wawancara Beasiswa karena Semua Sudah Ada di Esai

Fakta:

Memang, apa yang ada di esai akan ditanyakan lagi saat wawancara beasiswa LPDP. But, bisa menuliskannya belum tentu bisa menyampaikannya apalagi saat tegang atau gugup.

Materi wawancara pun bisa beda dengan esai seperti masalah keluarga, isu terkini Indonesia, sistem administari universitas, bahkan ada yang ditanya Pancasila, lagu daerah, dan lain-lain.

Mitos: Orang yang Wawancaranya Sebentar Pasti Lulus

Fakta:

Belum tentu. Pengalaman mereka yang pernah melewati wawancara beasiswa LPDP menyatakan begitu. Jika selang 20 menit sudah keluar, bukan berarti gagal dan tim seleksi tidak berminat dengan pelamar.

Buktinya, Suryanara, penerima beasiswa LPDP peride I 2015. Ia pun berpendapat, wawancara beasiswa LPDP bisa lama karena interviewer tertarik pada pelamar. Mereka ingin menggali informasi lebih banyak.

Wawancara beasiswa LPDP hanya sebentar bisa jadi karena pelamar sudah baik sejak awal di mata interviewer. Mereka sudah mantap dan merasa tidak perlu buang waktu lagi.

Jika pelamar merasa wawancaranya lancar, bisa menjawab, dan tidak ditanya yang aneh, belum tentu akan lolos. Seperti penuturan Pramadina tentang pengalamannya yang sempat gagal dalam beasiswa LPDP.

*Segmen Mitos dan Fakta Beasiswa LPDP akan terus dikembangkan seiring bertambahnya artikel pengalaman alumni yang saya baca. Karena itu, topik ini saya bagi ke berbagai part. Silahkan update di tag beasiswa LPDP situs ini.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *