Kepanikan Peserta Beasiswa LPDP yang Harus Kamu Antisipasi – Part 1

By | December 19, 2015

Beasiswa LPDP menawarkan banyak kemudahan bagi pelajar Indonesia yang ingin kuliah di dalam dan luar negeri. Meski tidak menetapkan kuota (kebijakan ini bisa berubah) dan meloloskan ribuan peserta, beasiswa LPDP tidak bisa dianggap gampang.

Berbagai pengalaman pelamar kali ini perlu dijadikan contoh dan diantisipasi. Iya kalau keberuntungan masih menghampiri tapi kalau justru bikin gagal…. Nah, berikut kepanikan pesera beasiswa LPDP yang harus kamu antisipasi.

Ternyata Ada Dokumen yang Belum Dicetak

Banyak tips yang menyebutkan, cek dan cek lagi berkas lamaran beasiswa sebelum mengirim via pos atau sebelum berangkat ke lokasi wawancara. Sebaiknya buat daftar dokumen apa saja yang harus dibawa.

Pada beasiswa LPDP, peserta tidak boleh masuk ruang wawancara sebelum seluruh berkas terverifikasi. Peserta harus membawa dokumen asli bahkan tidak boleh fotokopi meski dilegalisir.

Happy Sholihul Fathoni sebenarnya sudah membuat daftar dan merasa tenang dengan berkasnya. Di hari wawancara beasiswa LPDP, tiba-tiba ia ingin mengecek lagi kelengkapan dokumennya. Ternyata ada yang belum di-print dan harus diberi materai.

Saat itu pukul 5.45 pagi sedangkan jadwal masuknya 7.30 WIB. Di kosannya tidak ada printer dan belum tentu ada tempat print yang buka sepagi itu.

Untung, dulu ia pernah melihat jasa print 24 jam di dekat Universitas Padjajaran, tempat wawancara beasiswa LPDP. Untung juga ia sudah mandi jadi bisa langsung mengurus dokumen dan sampai sebelum wawancara dimulai.

Sistem Online Bisa Error

Pesan ini datang dari pemilik Acis Blog, yaitu buatlah akun LPDP (bagi pelamar) jauh-jauh hari untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Pada bulan April 2015, peserta tersebut sudah mencoba membuat akun tapi selalu gagal. Ia pun mengirim email pada penyelenggara LPDP tapi tidak dibalas.

Baca Juga :  6 Hal yang Harus Diketahui Saat Menggunakan Agen Kuliah ke Eropa

Bulan Mei, peserta tersebut menelpon LPDP tapi sempat susah masuk karena antrian tunggu yang panjang (sampai 10 menit). Saat berhasil tersambung, petugas mengonfirmasi memang ada gangguan akibat traffic yang padat. Ia pun diminta mencoba kembali, baru bisa membuat akun.

Tidak hanya soal akun, rupanya ada error juga saat pengiriman berkas yang dialami pemilik Acis Blog ini. Utungnya, pengajar di Jember tersebut punya target berkas harus sudah dikirim dua hari sebelum batas deadline.

Tepat, server LPDP seperti sempat down dan ia harus mencoba berkali-kali baru bisa berhasil. Bayangkan kalau ini terjadi 5 menit sebelum pendaftaran ditutup, dan tidak kunjung berhasil sampai waktunya lewat.

Ternyata Ada Informasi yang Dipublikasikan via Medsos

Masih dari laman yang sama, Acis Blog, setelah mendapat SMS kabar lolos tahap administrasi, panitia memintanya mengecek email. Ternyata surat elektronik itu tidak kunjung masuk.

Ia pun menelpon LPDP masih harus sabar dengan antrian panjang untuk mengonfirmasi. Setelah diterima bicara dengan petugas, baru email tersebut masuk. Rupanya, informasi yang dikirim juga ada di akun media sosial LPDP, hanya saja peserta tersebut belum mengikutinya.

Dokumen yang Dikirim via Pos Tidak Kunjung Sampai

Hati-hati dalam memilih jasa pengiriman dokumen. Pemilik Acis Blog menuturkan pengalaman surat ijin belajarnya yang tidak kunjung sampai. Sementara itu, semua dokumen asli harus diverifikasi sebelum masuk ruang wawancara. Kalau tidak, bisa gagal ikut beasiswa LPDP.

Sebelumnya, ia harus mengurus surat ijin belajar di kantor pusat yang mana hasilnya harus dikirim ke kantornya di Malang, lalu dari Malang ke kantornya di Jember. Surat dari kantor pusat ke Malang tidak kunjung sampai.

Baca Juga :  Siapa Saja yang Bisa Memberi Surat Rekomendasi?

Khawatir hal yang sama terjadi saat pengiriman dari Malang ke Jembar, ia memutuskan datang langsung ke Malang. Beruntung, dokumen tersebut sampai saat ia harus mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian di Malang.

*Segmen kepanikan peserta beasiswa ini akan terus dikembangkan seiring dengan bertambahnya tulisan yang say abaca. Untuk update, silakan menuju tag beasiswa LPDP.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *