Jujur Lah Saat Wawancara Beasiswa, Percuma Saja Bohong

By | October 18, 2016

Wawancara beasiswa biasanya jadi salah satu langkah yang harus kita lewati dalam seleksi. Mekanisme ini umumnya dipakai dalam beasiswa dalam negeri maupun luar negeri. Tujuannya ya ingin mengetahui sejauh mana keseriusan dan kesiapan pelamar. Wawancara beasiswa dilakukan untuk mengetahui apakah pelamar akan menggunakan dana tersebut dengan semestinya, apakah setelah lulus pendidikannya akan benar-benar bermanfaat, dan apakah pelamar bisa mengemban visi misi pemberi beasiswa.

Kita memang harus melakukan segala cara agar mendapat beasiswa namun bukan yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Kita mungkin berpikir bisa mengelabui para pewawancara atau terjebak dalam pertanyaan tak terduga lalu berharap bisa menjawab sekenanya. Segera hilangkan pemikiran semacam itu.

Mereka Bukan Orang Sembarangan

Umm umm, mereka tidak akan diangkat jadi tim penyeleksi kalau tidak tahu bagaimana cara mengenali orang yang pantas menerima beasiswa dan mana yang tidak. Percayalah, mereka adalah orang yang diangkat karena ahli di bidangnya. Umumnya, pewawancara terdiri dari akademisi dan psikolog yang sulit dibohongi.

Para pewawancara bisa mengenali tanda-tanda kebohongan dari bahasa tubuh tingkat dasar sampai tingkat lanjut. Mereka tahu ciri orang yang tidak mengerti apa yang sedang ia perjuangkan lewat dokumen yang sudah dikirim dan jawaban dalam wawancara.

Tidak Sesuai dengan Esai

Jika apa yang ia tulis dalam esai beasiswa memang jujur dari hati maka jawaban yang keluar saat wawancara juga senada dengan itu. Hindari memberi jawaban yang tidak sesuai dengan  esai yang telah kita tulis. Hal yang tidak sinkorn seperti itu bakal merugikan diri sendiri juga.

Karena itu, pahami betul apa yang telah kita tulis dalam esai beasiswa. Pewawancara sering kali ingin tahu apakah kita bisa bertanggung jawab dengan apa yang sudah kita tulis.

Baca Juga :  Seleksi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2017

Satu Kebohongan Menuai Buntut

Satu kebohongan akan membuat kita membuat kebohongan yang lain lagi. Kalau ada jawaban yang dirasa ‘janggal’ oleh pewawancara, mereka bisa saja mengajukan pertanyaan baru untuk menggali lebih dalam atau hanya untuk memancing.

Jujur Lah Meski Itu Tentang Kekurangan Kita

Salah satu pertanyaan umum dalam wawancara beasiswa adalah tentang kelebihan dan kekurangan kita. Nah, jujur lah saat menjelaskan kelemahan diri sendiri namun bukan untuk menyalahkan orang lain atau mengeluh. Ungkapkan juga bagaimana strategi kita dalam menghadapi kekurangan tersebut.

Jujur yang Cerdas

Bukan berarti jujur yang terlalu polos juga. Misalnya ketika ditanya tentang topik keilmuwan atau universitas tujuan lalu kita jawab ‘tidak tahu’ atau ‘belum mencari informasi tentang itu’.

Jujur di sini berarti kita tahu mengapa kita memilih suatu bidang studi, bentuk studi, universitas, negara, karir masa depan, kontribusi yang akan diberikan, dan lain-lain terkait pertanyaan umum dalam wawancara beasiswa. Karena itu, pelamar beasiswa perlu mencari berbagai informasi dan memahami diri sendiri.

Berlatih lah jauh-jauh hari sebelum wawancara, termasuk latihan menjawab pertanyaan yang mendesak. Penyeleksi kadang menguji pelamar dengan memotong perkataannya dan mencecarnya dengan berbagai pertanyaan ‘kejam’.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *