Inspirasi Beasiswa: Tips Kuliah di Luar Negeri Sambil Mengurus Anak

By | December 25, 2015

Inspirasi beasiswa kali ini datang dari perempuan hebat. Menjadi seorang ibu tidak menggentarkan semangatnya untuk menempuh pendidikan tinggi, apalagi di luar negeri. Saya setuju dengan wejangan orang bahwa perempuan harus cerdas karena generasi terbentuk dari tangannya.

Inspirasi beasiswa ini saya sarikan dari laman Indonesia Mengglobal, tulisan Monika Puty Oktora. Tahun 2014, ia menerima gelar MSc. Medical Pharmaceutical Science di University of Groningen (RuG).

Cerita Monika begitu menarik karena saat kuliah S2, anaknya masih usia bermain. Anak seumur itu biasanya cukup aktif dan menyita perhatian. Sepertinya repot ya? Tapi, beswan LPDP tersebut mampu menaklukkan tantangan. Berikut tips kuliah di luar negeri sambil mengurus anak darinya.

Tidak Memberatkan Pikiran

Membaca pengalaman kuliah di luar negeri dari para single, sistem akedemik di negara maju begitu ketat. Saya pernah membaca pengalaman mahasiswi yang sempat down menghadapi kultur akademik dan culture shock negeri seberang.

Ibu dari gadis cilik bernama Runa ini punya trik menghadapinya, yaitu tidak membuat tantangan selama kuliah terasa sulit. Ia mengaku berusaha meringankan, tapi bukan menganggap enteng tugas-tugas kuliah.

Misalnya, menghadapi Runa yang sakit pada malam sebelum presentasi riset. Untungnya, Monika telah menyiapkan presentasi dari jauh hari. Malam itu, ia tidak terlalu memikirkan penampilan besok karena baginya Runa lebih penting.

Belajar Multitasking

Meski sibuk dengan aktivitas kuliah di luar negeri, Monika tetap menangani keperluan dapur, memasak, membersihkan rumah, bermain dengan anaknya, dan lain-lain. Menyelaraskannya memang tidak mudah dan perlu support dari berbagai pihak.

Dukungan Suami

Keberhasilan seorang isteri tidak lepas dari suaminya. Monika memiliki pasangan hidup yang mendukung keputusannya untuk kuliah. Suaminya pun tidak enggan ikut menyuapi anak, memandikan, atau mengajak bermain. Saat Monika presentasi riset, suaminya ijin kerja dan mengasuh Runa.

Baca Juga :  Beasiswa Penuh di Jepang dari MEXT Program Research Student, S2, dan S3 Semua Jurusan Deadline 16 Mei 2017

Dukungan Sesama Perantau

Saat kuliah di luar negeri, hubungan baik dengan sesama orang Indonesia di Groningen membuat Monika terbantu. Saat tidak ada opsi lain saat Runa libur dan Monika harus ke kampus, saudara se-tanah air tersebut bisa dititipi.

Fasilitas Day Care

Selain sekolah usia dini, Monika juga memanfaatkan fasilitas day care untuk Runa. Di waktu ini, ia bisa melakukan research dan meeting.

Disiplin Memanfaatkan Waktu

Ketika anaknya tidur, Monika harus memanfaatkan waktu untuk mengerjakan tugas. Jika Runa bangun, ia akan “ikut membantu”. Bangun tengah malam sering jadi pilihan agar semuanya beres.

Trik Menyiapkan Makanan

Pesannya, selalu sediakan bahan makanan praktis. Manfaatkan akhir pekan untuk membuat makanan yang awet seperti kering tempe, bacem, dan ayam siap goreng. Bahan tersebut bisa digunakan untuk berhari-hari setelahnya.

Jika tidak sempat masak, buat makanan sederhana dari bahan-bahan yang ada. Misalnya roti, keju, abon, telur, dan lain-lain.

Trik Mencuci Baju

Mau tidak mau harus memanfaatkan mesin. Jika pakaian benar-benar tidak bisa dicuci sembarangan, baru menggunakan tangan.

Baju yang sudah kering cukup dilipat sambil digosok dengan tangan. Pakaian penting saja yang disetrika.

Trik Membereskan Rumah

Sambil menemani anaknya bermain, perempuan asal Padang tersebut juga nyambi membersihkan rumah. Alat vacuum cleaner sangat membantu. Kebutuhan mengepel disesuaikan mana yang sering kotor, mana yang tidak. Membersihkan kamar mandi sekalian saat mandi.

Inspirasi beasiswa lainnya ada juga di tag ini.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *