Inspirasi Beasiswa: PRT Filipina dan Indonesia Dapat Beasiswa (2)

By | November 24, 2015

Inspirasi beasiswa dari Xyza Cruz Bacani (Filipina) sudah diceritakan pada Part 1. Inspirasi yang sama juga datang dari Darwanti, PRT Indonesia.

“Saya masih belum bisa menyangka, saya ternyata bisa berhasil,” ungkap perempuan 23 tahun tersebut pada Kompas. Baginya, ejekan terhadap profesinya jadi motivasi untuk meraih kesuksesan.

Sempat Mengadu Nasib di Jakarta dan Jualan Es Campur

Lewat Jowo News, dara ini mengungkapkan, keinginan kuliah sudah ada setelah lulus SMA namun masih terhalang biaya. Karena itu, ia memilih bekerja dulu. Alumni SMA Muhammadiyah 5 Todanan tersebut sempat mengadu nasib di Jakarta tapi tidak kerasan.

Kembali ke kampung, ia bekerja pada penjual es campur. Belum saatnya gaji pertama, Darwanti dapat tawaran jadi PRT di rumah Lely Atasti Bachrudin, seorang dokter gigi.

Lima Tahun Jadi PRT

Terhitung lima tahun, Darwanti bekerja di rumah majikannya, sejak belum kuliah. Sehari-hari ia membersihkan dari bagian dalam hingga halaman rumah bosnya. Pekerjaan itu kadang membuat konsentrasi belajar Darwanti menurun.

Ijin dan Uang Saku dari Majikan

Puteri Sumijan dan Jasmi tersebut pernah membicarakan niat kuliahnya. Tahu-tahu, ini didengar oleh majikannya. Awalnya, Darwanti diberitahu bahwa bapaknya datang memintakan ijin kuliah, dan disetujui. Belakangan gadis itu baru tahu bapak dan majikannya tidak pernah bertemu.

Jika ada jadwal kuliah, Darwanti diberi ijin ke kampusnya di Semarang. Sang majikan bahkan sering memberinya ongkos naik bus. Kadang, ia juga menginap di tempat tinggal anak bosnya.

Menyisihkan Gaji dan Pinjam Uang

Setiap semester, perempuan yang lahir 20 September 1992 itu harus membayar Rp 2,5 juta ke kampusnya. Biaya ini ia dapat dari sebagian gaji yang ditabung. Upah yang awalnya Rp 300 ribu sebulan semakin naik dan cukup membiayai studinya. Pernah juga ia kepepet lalu meminjam uang pada teman.

Baca Juga :  Pingin Dapet Beasiswa Luar Negeri? Gini nih Caranya..

Mengalahkan Lelah, Jarak, dan Waktu

Sebagai asisten rumah tangga, Darwanti dituntut bisa mengatur waktu antara bekerja dan belajar. Belum lagi, ia harus bolak-balik naik bus atau menumpang kawannya. Rutinitas tersebut kadang membuat fisiknya capek sehingga tidak fokus dalam kelas. Namun, di sela pekerjaan, ia menghabiskan waktu dengan membaca buku.

Lulusan Terbaik dan Dua Beasiswa S2

Perjuangan Darwanti di Universitas 17 Agustus tidak sia-sia. Ia berhasil meraih gelar sarjana Administrasi Niaga dengan predikat cum laude (IPK 3,68). Wisudawati terbaik itu bahkan dapat dua tawaran beasiswa dari kampusnya, juga Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Ia akan memilih salah satu beasiswa master tersebut.

Kiranya, contoh sukses dari dua wanita tangguh ini bisa jadi insprasi beasiswa bagi pembaca. Penulis menyimpulkan, impian bisa dicapai dengan kemauan keras dan memanfaatkan potensi sebaik-baiknya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *