Hati-Hati Saat Memilih Studi Part Time, Teliti 10 Hal Ini

By | November 20, 2016

Berdasarkan flesibilitas waktu, ada dua jenis program studi, full time atau penuh waktu atau part time, yaitu paruh waktu. Studi part time luar negeri biasanya kurang dari 12 kredit per semester. Format kuliah semacam ini juga banyak di Indonesia.

Kuliah part time memungkinkan mahasiswa untuk bekerja sampingan. Jadwal kuliahnya pun berlangsung di luar jam kantor, sore atau malam. Ada juga yang kuliah akhir minggu saja.

Kuliah sambil bekerja memang tidak mudah. Sebagian orang tetap bisa fokus saat menjalani keduanya. Sebagian yang lain sulit mengatur waktu, tenaga, dan pikiran. Alhasil, nilai kuliah pun jadi korban. Nah, perlu hati-hati saat memilih studi part time, teliti 10 hal ini sebelum ambil keputusan.

Teliti Proses Aplikasi

Mungkin Anda sudah bekerja sebelum mendaftar kuliah. Karena itu, cari tahu sebanyak-banyaknya proses aplikasi yang harus dilakukan. Apakah hanya mengisi formulir dan menyerahkan dokumen saja? Bisa jadi ada sesi wawancara juga. Perhatikan juga dokumen apa saja yang diperlukan dan berapa lama waktu untuk mengurusnya. Ini penting agar bisa disesuaikan dengan pekerjaan Anda.

Resiko Masa Studi yang Lebih Lama

Ini konsekuensi yang harus diperhatikan. Pada beberapa universitas, apalagi di luar negeri, Anda hanya boleh mengambil kredit yang lebih sedikit dari stud full time, sehingga masa studi lebih lama. Cek juga, masa studi part time pada setiap institusi pendidikan bisa berbeda-beda.

Kelulusan juga bisa tertunda jika Anda tidak membagi waktu dengan baik saat mengerjakan tugas akhir. Jika masa studi lebih lama berarti perlu biaya hidup yang lebih banyak, juga biaya kuliah atau bahkan dendanya. Lama waktu studi semakin menunda kesempatan Anda untuk fokus pada karir atau mendapat pekerjaan yang lebih mapan. Jadinya, pendapatan Anda masih harus dihabiskan untuk biaya kuliah.

Baca Juga :  Cara Mencari Tandem Partner untuk Memudahkan Kuliah di Luar Negeri

Cek Apakah Tetap Ada Syarat Semester Full Time

Khususnya untuk program pascasarjana di luar negeri, Anda bisa saja mendaftar studi part time tapi ada syarat semester yang harus dijalani full time. Biasanya, durasi program master part time luar negeri sampai 2 tahun atau 4 semester. Pada tahun pertama mahasiswa bisa kuliah part time, tapi ada juga institusi yang mengharuskan fokus pada penelitian di tahun kedua (full time).

Jika Mendaftar Beasiswa

Tidak semua beasiswa berlaku untuk semua jenis program studi. Beberapa program beasiswa hanya diberikan pada mahasiswa studi full time. Nah, jangan sampai capek-capek mendaftar tapi ternyata sudah pasti gagal.

Studi Part Time Belum Tentu Lebih Murah

Bisa jadi, kelihatannya saja studi part time lebih murah tiap semesternya tapi kalau diakumulasi totalnya sama saja dengan studi full time. Ada juga kampus yang menetapkan biaya kuliah paruh waktu lebih tinggi dibanding penuh waktu. Kebijakan tiap jurusan juga bisa berbeda.

Pertimbangan Tempat Tinggal

Mungkin tidak terlalu masalah kalau kita tinggal di negara sendiri atau di rumah sendiri. Namun, di beberapa kota ada berbagai kriteria kos. Sebagian khusus untuk pelajar atau mahasiswa juga. Sebagian lagi hanya boleh ditinggali karyawan atau pekerja. Ada juga yang bebas dihuni baik mahasiswa atau karyawan. Begitu juga dengan di luar negeri, cek apakah tempat tinggal itu boleh untuk mahasiswa studi part time.

Studi Part Time Tetap Harus Masuk Kelas

Tipe program ini berbeda dengan kuliah jarak jauh atau online. Bahkan pada kuliah tipe tersebut, mahasiswa tetap harus tatap muka meski via gadget. Meski sifatnya paruh waktu, kehadiran mahasiswa tetap dihitung, sehingga perlu kedisiplinan juga.

Baca Juga :  6 Manfaat Jadi Mahasiswa yang Aktif Bertanya di Kelas

Tidak Ada Pengecualian

Sebagian dari kita berpikir karena bekerja, akan ada toleransi dari pihak kampus atau teman sekelompok. Mahasiswa tetap harus hadir di kelas dan mengerjakan tugasnya. Kuliah sambil bekerja adalah keputusan yang kita sudah tahu apa resikonya sehingga tidak ada alasan untuk lari dari tugas-tugas, apalagi berharap dimaklumi teman sekelompok.

Usahan mengatur waktu dengan baik sehingga tubuh tetap punya tenaga untuk berpikir dan fokus saat masuk kelas. Anda tentu tidak ingin membuang waktu dan uang tanpa memperoleh ilmu, apalagi kalau sampai nilainya buruk.

Memiliki Ekstra Waktu Belajar

Karena mengambil studi part time dan pekerjaan yang tidak terlalu menyita waktu, Anda bisa punya waktu ekstra untuk belajar dan mengerjakan tugas. Jadi, tidak perlu khawatir asal dipastikan betul bagaimana dunia kuliah dan kerja yang akan dijalani.

Perhatikan Jenis Visa

Teliti betul jenis visa yang diperlukan, apakah memperbolehkan Anda sambil bekerja atau terbatas untuk kuliah. Cek juga batas waktu bekerja bagi pelajar asing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *