Derita Kuliah di Belanda

By | October 23, 2015

Kuliah di Belanda itu tak selamanya seindah yang dikira. Seseorang boleh saja membayangkan akan mencicipi berbagai objek wisata dan memiliki pertemanan internasional. Namun, pikirkan juga hal-hal buruk yang harus dihadapi, khususnya sebelum melamar beasiswa. Mau tahu? Berikut derita kuliah di Belanda.

Dilansir dari laman kompas.com, Triyani, mahasiswi pascasarjana di International Economics and Business, Universitas Groningen, menuturkan perjuangannya. Awal tiba di Belanda memang membuatnya sangat bahagia. Banyak waktu yang bisa ia gunakan untuk jalan-jalan. Saat itu, jadwal kuliah memang belum begitu padat. Hal tersebut juga didukung cuaca yang masih ramah dengan fisik tropisnya.

Cuaca Dingin Tapi Banyak Tugas

Namun, derita kuliah di Belanda kemudian tiba ketika musim salju turun. Tubuh Triyani harus beradaptasi dengan suhu minus 9 hingga 11 derajat. Cuaca dingin itu tidak bisa dilewati di bawah selimut begitu saja tapi justru waktu itulah tugas-tugas kuliahnya mulai menumpuk.

Tekanan Studi yang Melangsingkan

Perempuan tangguh tersebut harus menghabiskan banyak waktu di perpustakaan bahkan hingga pukul 12 malam. Perasaan semakin campur aduk saat dia mulai rindu kampung halaman dan keluarganya. Derita kuliah di Belanda itu pun membuat berat badan Triyani turun drastis dari 77 kilogram menjadi 57 kilogram.

Triyani tidak lantas menyerah dengan fase adaptasinya. Ia terus menjalani tantangan kuliah di Belanda hingga melewati masa kritis. Kini, wanita cerdas tersebut bersyukur bisa bertahan.

Baca Juga :  Beasiswa Unik Berdasarkan Ciri Tubuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *