Data Penting untuk Memilih S2 Luar Negeri

By | December 6, 2015

S2 luar negeri sepertinya sangat keren untuk dipikirkan. Selain menambah wawasan, latar pendidikan luar negeri lebih menunjang profesi masa depan. Namun, pola pikir ikut-ikutan bisa membawa kita pada keputusan yang salah.

Sebaiknya, cari berbagai informasi kuliah S2 luar negeri yang cocok dengan kondisi dan minat. Tentu kita tidak ingin buang waktu dan tenaga untuk pendidikan yang salah.

Tips memilih S2 luar negeri kali ini saya sarikan dari pengalaman Nadya Intan Kemala di laman Indonesia Mengglobal. Beberapa detail kami tambahkan dari referensi lainnya. Berikut saran pencarian dan data penting untuk memilih S2 luar negeri.

Luangkan Waktu untuk Mengenal Kehendak Pribadi

Perlu waktu khusus untuk memikirkan mana yang diutamakan: passion atau karir masa depan? Seseorang bisa saja memilih jurusan karena menyukai bidang studi tersebut. Ada juga yang memilih suatu program berdasarkan peluang kerja.

Menurut Nadya, pilihlah bidang yang disukai karena soal karir bakal semakin jelas saat sudah menjalani studi. Ia menyarankan untuk konsultasi pada dosen saat S1.

Cari Informasi dan Bandingkan

Pencarian perlu dilakukan secara otodidak ditambah bertanya pada yang berpengalaman. Setelah memilih jurusan, cari informasi berbagai universitas. Seseorang harus tahu mengapa memilih universitas dan negara tujuan kuliah.

Aspek pemilihan bisa berdasarkan lokasi, budaya, peluang karir, ranking, atau faktor akademik. Tiap orang pasti punya prioritas terkait hal-hal ini. Usahakan tahu betul positif dan negatif berbagai pilihan.

Data Penting yang Harus Dicari

Untuk memilih S2 luar negeri, ada beberapa hal yang harus diketahui dulu, kemudian memutuskan mana yang bakal diambil. Berbagai data ini dapat membantu dalam menyesuaikan minat, kebutuhan, dan kondisi (waktu, dana, nilai, dll) pelamar. Intinya, rajinlah mencari berbagai informasi di bawah ini.

  1. Fokus bidang studi
Baca Juga :  Deposit Visa untuk Kuliah di Jerman

Banyak universitas yang memiliki nama jurusan sama dengan lainnya tapi fokus studinya berbeda. Cukup sulit mengetahui ini, karenanya perlu menggali informasi lebih detail.

Misal, nama jurusannya Gender Studies tapi bisa saja kampus A fokus ke perempuan, atau gay, atau kekerasan seksual, dan sebagainya (Alfarizi, 2009).

Dalam program yang Nadya ambil (Master of International Development), University of Sheffield fokus pada environment dan health. Sementara itu, spesialisasi di University of Manchester dan University of Brimingham ada International Political and Economy, Security, Policy, dan Urban Development.

  1. Jangka waktu

Periode kuliah S2 luar negeri bisa berbeda antara negara yang satu dengan lainnya. Ada program master satu tahun, ada juga yang dua tahun. Sesuaikan dengan kebutuhan.

  1. Tipe master

Ada yang master by course, master by research, part-time course, dan distance learning. Ada juga joint degree atau double degree dua atau lebih universitas.

  1. Orientasi program

Beda universitas, beda juga keunggulan program yang ditawarkan. Kalau pengalaman Nadya, studinya menawarkan professional-oriented-program sehingga ia juga mendapat kelas professional skills, international field class (kunjungan ke negara lain), dan placement.

Cari Apa yang Penyelenggara Inginkan

Lamarlah beberapa universitas. Ketahui berbagai syarat yang diperlukan. Sediakan waktu yang panjang untuk menyiapkan aplikasi.

Berdoalah

Percayalah ada kekuatan yang tak terlihat dalam hidup ini. Berdoa dan berbuat baiklah.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *