Cara Menjawab yang Tepat Saat Wawancara Beasiswa

By | January 8, 2016

Seorang yang berpengalaman sebagai pewawancara, membagi tips-tipsnya di laman Emundus (kumpulan informasi beasiswa Erasmus Mundus). Apa yang pernah ia hadapi saat menyeleksi pelamar kerja dapat diterapkan dalam wawancara beasiswa tentang bagaimana menjawab yang tepat.

Antara CV dan Wawancara

Seseorang bisa saja punya prestasi gemilang dari CV-nya tapi belum tentu ia bisa menunjukkan saat wawancara beasiswa. Pengalaman kontributor Emundus tersebut pernah menemukan kandidat yang CV-nya paling bagus tapi saat wawancara tidak bisa menyampaikan visi dan impiannya.

Peserta seperti ini sebenarnya masih diberi kesempatan. Jika kurang lancar menjelaskan dalam bahasa Inggris, dipersilakan dalam bahasa Indonesia. Namun, kesempatan harus lewat kalau komunikasinya masih tidak lebih baik.

Karena itu disarankan menyiapkan daftar pertanyaan dan jawaban yang biasanya keluar dalam wawancara beasiswa. Latihlah terus sampai bisa tersampaikan dengan baik.

Jawaban Tidak Harus Panjang

Jawaban bertele-tele bisa mengesalkan pewawancara. Berlatihlah membuat jawaban yang logis dan konkrit.

Apakah Jawaban Harus Benar?

Tidak juga. Jawaban tidak harus 100% benar yang penting yakin, tidak gugup, dan bisa bertanggung jawab saat dicecar pertanyaan lanjutan.

Jawaban yang Akan Dikejar Terus

Contoh lain, saat peserta ditanya kenapa pilih bank ini? Bukan bank lain yang lebih besar? Pelamar tersebut menjawab: karena saya sudah membandingkan nilai-nilai semua bank tersebut dan sesuai dengan dirinya.

Pertanyaan semacam ini akan terus dikejar: sudah baca nilai-nilai bank tersebut belum? Kalau dijawab ‘sudah’ akan ditanya lagi: apa saja nilai-nilainya?

Nah, dari situ ketahuan jawaban awal peserta hanya untuk “menghindar”. Keinginan ‘lari’ dari pertanyaan menimbulkan dugaan apakah Anda orang yang suka lari dari tanggungjawab.

Pertanyaan sejenis akan kita temui saat wawancara beasiswa seperti mengapa pilih universitas A? Mengapa bukan universitas dalam negeri? Mengapa tidak sekaligus ke universitas luar negeri saja? Dan sebagainya.

Baca Juga :  Apa Itu Initial Master dan Advanced Master?

Jawaban yang Menunjukkan Sifat Berubah-Ubah

Pada bagian ini, beliau mencontohkan peserta yang melamar kerja ke bidang perbankan, padahal latar belakang pendidikannya di bidang teknik.

Saat ditanya kenapa pilih bank, bukan industri yang berhubungan dengan kuliahnya, peserta itu menjawab: karena saat ini lebih tertarik ke dunia finansial dan bisnis.

Pertanyaan tersebut menunjukkan sifat peserta yang berubah-ubah sehingga menimbulkan keraguan pewawancara. Bagaimana kalau setelah di finance nanti berubah lagi minatnya?

Ketika Ditanya: Kenapa Anda Harus Dipilih?

Ada tiga contoh jawaban. Pertama: tidak membahas pesaing-pesaingnya, hanya menonjolkan prestasi-prestasinya.

Kedua: mengatakan tidak tahu kualitas pesaingnya tapi merasa unggul karena bisa menjawab pertanyaan dengan baik.

Ketiga: menyatakan sudah menunjukkan diri apa adanya dan menyerahkan keputusan pada pewawancara.

Ketiganya tidaklah salah. Yang ingin dilihat pewawancara hanyalah “keyakinan” saat menjawab.

Untuk soal ini, bayangkan: jika beasiswa yang tersedia hanya 1, apakah Anda akan pasrah saja atau memberi semua alasan agar terpilih? Dengan logika, jika semua peserta berkualifikasi, seharusnya semua diberi beasiswa, tapi beasiswanya hanya ada 1 saja.

Saat diminta menunjukkan superioritas kita, manfaatkan lah. Terlalu malu bisa menunjukkan Anda orang yang akan kalah dalam kompetisi atau persaingan ketat.


2 thoughts on “Cara Menjawab yang Tepat Saat Wawancara Beasiswa

  1. Pingback: Jujur Lah Saat Wawancara Beasiswa, Percuma Saja Bohong - IDBeasiswa

  2. Pingback: Jujur Lah Saat Wawancara Beasiswa, Percuma Saja Bohong | Carutu Oji'

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *