Cara Membuat Esai Beasiswa yang Benar

By | October 12, 2015

Jarang ada beasiswa yang tidak meminta esai beasiswa dalam aplikasinya. Ada juga yang menggunakan istilah lain seperti personal statement, supporting statement, atau yang lebih umum, motivation letter.

Bagian ini sangat penting karena jadi sorotan utama komite seleksi. Esai beasiswa serupa juru yang bicara pada mereka dan mendorong tim juri untuk memberikan beasiswa kepada pelamar.

Buatlah esai beasiswa yang memberi kesan pada penyeleksi tentang siapa diri pelamar dan mengapa penulis merupakan kandidat terbaik. Untuk itu, dilansir dari StudentScholarshipSearch.com, berikut cara membuat esai beasiswa yang benar.

Topik yang Beda

Akan ada banyak pesaing dalam memperebutkan beasiswa. Pelamar harus menonjolkan sisi menarik yang membedakan dirinya dengan pelamar lain. Hindari topik yang berpotensi ditulis pula oleh pesaing.

Topik yang Personal

Hal menarik dalam esai beasiswa bisa berupa pencapaian pribadi, prestasi, kebanggan profesi atau pekerjaan, tragedi dalam hidup, atau sudut pandang yang kuat tentang suatu topic. Semakin tinggi passion penulis dalam topic tersebut, semakin besar peluang menghasilkan esai beasiswa yang benar. Selanjutnya, dan yang penting, hubungkan topik tersebut dengan jurusan yang dituju.

Tentukan Tujuan

Pastikan esai beasiswa berkesan bagi komite seleksi bahkan sehabis membacanya. Keputusan bisa berasal dari sini.

Tentukan tujuan dalam menulis essay beasiswa, apakah untuk menunjukkan intelegensi, skill yang bisa pelamar sumbangkan, kualitas Sumber Daya Manusia dalam diri pelamar, latar belakang pendidikan yang sempurna, dedikasi tinggi, atau hal lain? Inilah garis besar esai beasiswa yang akan dibuat.

Kerangka yang Benar

Setelah menentukan poin-poin di atas, cara membuat essay beasiswa yang benar dilanjutkan dengan membuat kerangka tulisan. Coba buat poin-poin sesuai dengan struktur esai beasiswa berikut ini.

Baca Juga :  6 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Membuat Esai Beasiswa
  • Judul yang menarik
  • Pengantar mendorong minat pembaca
  • Body atau badan tulisan, termasuk poin detailnya.
  • Kesimpulan

Langkah selanjutnya, catat hal apa saja yang ingin ditulis dalam setiap poin kerangka.

Pengantar

Pada awal tulisan, buat pembaca atau tim juri penasaran untuk membaca kelanjutannya. Pelamar bisa mengungkapkan sedikit tentang isi di badan esai.

Badan Tulisan

Gambarkan betapa berartinya topik (yang beda dan personal tadi) bagi penulis. Betapa pengalaman tersebut berharga. Buat pembaca, dalam hal ini tim juri, ikut merasakannya. Jelaskan hubungannya dengan jurusan yang diambil.

Kesimpulan

Pada bagian ini, ungkapkan dengan percaya diri bahwa penulis merupakan kandidat terbaik untuk memperoleh beasiswa. Hindari bersikap terlalu rendah diri, putus asa, atau merasa tidak pantas.

Editing

Selesai menulis esai beasiswa, jangan terlalu yakin, jangan langsung dikirim. Tinggalkan beberapa jam atau hari dan buka kembali tulisan tersebut. Dengan begitu, penulis bisa menemukan hal-hal yang membuat pembaca tidak nyaman.

Paling penting adalah mengecek kembali tata bahasa, khususnya bahasa asing. Spelling dan grammar sangat krusial karena ini faktor paling cepat dalam menurunkan penilaian juri. Tampilannya saja tidak profesional, apalagi isinya.

Pastikan esai beasiswa terasa mengalir, tidak kaku. Periksa juga penggunaan diksi, apakah sudah tepat. Untuk ini, coba konsultasikan dengan mereka yang ahli dalam bahasa terkait, lebih bagus lagi native speaker.

Orang Ketiga

Mintalah orang lain membaca esai beasiswa tersebut dan cari kritiknya. Pihak ketiga lebih mudah melihat kekurangan tulisan pelamar. Semakin banyak, semakin baik.

Coba kontak orang yang pernah menerima beasiswa dan minta masukan darinya. Ada juga situs khusus konsultasi esai beasiswa, seperti Klinik Esai Indonesia Mengglobal. Terakhir, revisi esai beasiswa tersebut.

Baca Juga :  3 Hal yang Harus Diketahui Tentang Beasiswa Perancis

 


4 thoughts on “Cara Membuat Esai Beasiswa yang Benar

  1. Pingback: 6 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Membuat Esai Beasiswa | IDBeasiswa

  2. Pingback: 4 Hal yang Harus Dihindari dalam Menulis Personal Statement | IDBeasiswa

  3. Pingback: 10 Kesalahan Aplikasi Beasiswa yang Belum Banyak Dibahas | IDBeasiswa

  4. Pingback: Motivation Statement Tidak Perlu Muluk, Caranya? | IDBeasiswa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *