Cara Membuat Anggaran Biaya Kuliah

By | October 20, 2015

Biaya kuliah bisa jadi momok dalam melanjutkan studi. Banyak yang mundur saja karena membayangkan jumlah yang besar. Dana pendidikan memang tidak dapat dihindari tapi sejatinya, bisa disiasati. Baik orang tua maupun anak perlu membuat rencana keuangan. Berikut cara membuat anggaran biaya kuliah yang kami lansir dari State of Alaska.

Step 1: Identifikasi Sumber Daya yang Dimiliki

Catat dulu sumber keuangan apa saja yang dimiliki seperti tabungan, gaji, aset, pinjaman keluarga, pinjaman bank, atau beasiswa yang telah diperoleh dan bisa digunakan untuk biaya kuliah. Buatlah daftar nilai-nilainya.

Step 2: Buatlah Daftar Kebutuhan

Selain uang pendaftaran, semester, dan praktikum, ada lagi kebutuhan buku, tempat tinggal, transportasi, paket internet, laptop, perangkat praktik (misalnya kamera untuk jurusan seni atau komunikasi), uang kesehatan, pengembangan diri, sampai ke hal-hal detail seperti laundry, sepatu, perangkat tidur, dan sebagainya.

Tidak ada salahnya juga memasukkan kebutuhan hiburan seperti nonton film, ke kedai kopi, taman bermain, kolam renang, dan lain-lain. Namun, golongkan daftar ke dalam kebutuhan primer, sekunder, dan tersier.

Tuliskan nilai setiap daftar ini secara realistis. Jangan lupa mengecek standar harga di kota atau daerah tempat studi.

Step 3: Bandingkan Daftar Biaya Kuliah dengan Sumber Daya

Setelah tahu berapa jumlah yang dibutuhkan, bandingkan dengan nilai dana yang dimiliki dari berbagai sumber daya pada Step 1. Apakah besar pasak daripada tiang?

Jika sumber daya lebih besar maka jumlah tersebut dapat dialihkan untuk biaya penunjang seperti mengikuti pelatihan, kursus, mendaftar lomba, membeli buku penunjang, ikut kegiatan sosial, mendaki gunung, dan lain-lain. Jika kebutuhan lebih besar, coba langkah berikut.

Opsi 1: Kurangi Kebutuhan

Baca Juga :  Hati-Hati Saat Memilih Studi Part Time, Teliti 10 Hal Ini

Daftar biaya kuliah sesuai dengan jenis kebutuhan sudah dibuat. Ini memudahkan dalam menentukan skala prioritas, mana yang harus lebih dulu dipenuhi, mana yang bisa dicoret. Berpeganglah pada prinsip “Apa yang saya butuhkan, bukan apa yang saya inginkan”.

Kalau masih bingung dengan apa yang harus dikurangi, coba lihat referensi baik dari buku panduan maupun internet. Atau, cek juga saran-saran dari website keuangan dan banking. Berkonsultasilah pada orang yang berpengalaman, lebih baik lagi alumni dari kampus atau jurusan yang sama.

Opsi 2: Tambah Sumber Daya

Sudah melakukan Opsi 1 tapi kebutuhan studi masih saja lebih besar? Saatnya pikirkan bagaimana cara menambah sumber daya untuk biaya kuliah. Kejar berbagai beasiswa dan lomba. Ajukan juga proposal bantuan keuangan pada pemerintah, yayasan, atau lembaga swasta.

Pertimbangkan juga tentang kerja sampingan. Cari tahu pekerjaan apa saja yang bisa dilakukan seorang mahasiswa di daerah studi. Pilihlah pekerjaan yang tidak menganggu konsentrasi kuliah.

Jika dua pilihan ini masih tidak dapat mencukupi, opsi terakhir: student loan alias pinjaman dana pendidikan. Utang ini bisa diperoleh dari perorangan, perusahaan, yayasan, atau bank. Namun, berbeda dari beasiswa dan hibah, dana ini harus dikembalikan dengan sejumlah ketentuan.


One thought on “Cara Membuat Anggaran Biaya Kuliah

  1. Pingback: Dokumen yang Diminta Mendadak Saat Wawancara Beasiswa | IDBeasiswa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *