Cara Dapat Beasiswa Kuliah di Luar Negeri

By | November 19, 2017

Banyak yang bertanya bagaimana cara dapat beasiswa kuliah di luar negeri. Simpel sebenarnya, cari info beasiswanya, kunjung website resmi, catat syarat dan tanggal pendaftarannya, ikuti langkah-langkah pendaftaran, lakukan dari jauh-jauh hari. Tapi, apa sih syarat umum beasiswa? Apa saja yang biasanya harus disiapkan?

Macam-Macam Beasiswa Kuliah di Luar Negeri

Ada banyak sekali jenis beasiswa kuliah di luar negeri. Umumnya, terbagi menjadi dua kelompok besar, yaitu beasiswa penuh dan beasiswa parsial.

Beasiswa penuh berupa biaya pendidikan, biaya hidup, biaya penerbangan, asuransi, dan lain-lain. Atau, berupa biaya pendidikan 100%. Beasiswa parsial berupa sebagian dari biaya pendidikan atau hanya biaya non-pendidikan seperti biaya hidup, asuransi, biaya pengembangan diri, biaya riset, dan lain-lain.

Bentuknya juga macam-macam seperti scholarship, fellowship, atau assistantship. Scholarship diberikan tanpa ikatan dinas atau kewajiban pengabdian, tapi, biasanya ada syarat menerapkan ilmu di negara asalnya atau di tingkat global. Kalau fellowship atau assistantship, ada kewajiban langsung yang harus dipenuhi seperti meneliti dan mengajar.

Jenis lainnya berupa program studi singkat, summer school, short course, dan exchange. Beasiswa ini bisa diperoleh mahasiswa yang sedang kuliah dalam negeri.

Sumber Beasiswa Kuliah di Luar Negeri

Cara dapat beasiswa kuliah di luar negeri selanjutnya ialah, cari tahu sumber-sumbernya. Ada tiga sumber umum penyedia beasiswa, yaitu pemerintah, universitas, dan swasta atau lembaga non-pemerintah. Ini dia beberapa beasiswa kuliah di luar negeri yang bisa dilamar pelajar Indonesia.

Beasiswa LPDP

Beasiswa Kementerian Agama

Beasiswa Ristek Dikti

Beasiswa Pemerintah Jepang

Beasiswa Pemerintah Belanda

Beasiswa Pemerintah Australia

Beasiswa Eropa (Eramus Mundus)

Beasiswa Pemerintah Jerman

Beasiswa Pemerintah UK

Beasiswa Pemerintah Amerika

Beasiswa Pemerintah Korea Selatan

Beasiswa Pemerintah Cina

Beasiswa Pemerintah Republik Ceko

Beasiswa Perancis

Beasiswa Asian Development Bank

Beasiswa Pemerintah Swiss

Beasiswa Pemerintah Swedia

Beasiswa Penuh di Stanford

Beasiswa Penuh di Cambridge

Beasiswa Penuh S2 di Oxford

Beasiswa Penuh S2 di Oxford – Clarendon Fund

Beasiswa Penuh S2 di Oxford – Skoll

Beasiswa Luar Negeri Lainnya

Kriteria Seleksi Beasiswa Kuliah di Luar Negeri

Tergantung dari jenis beasiswanya apakah beasiswa prestasi atau bukan. Namun, apapun jenis beasiswanya, biasanya, pencapaian akademik tetap diperhatikan.

Harus Lulus atau Terima Ijazah Dulu?

Tidak kok. Misalnya, kamu adalah mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsi atau menunggu ijazah. Biasanya, penyelenggara beasiswa meminta Surat Keterangan resmi dari perguruan tinggi yang menyatakan kapan kamu akan lulus. Kalau yang belum terima ijazah bisa pakai Surat Keterangan Lulus.

Baca Juga :  12 Hal yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Memutuskan Kuliah di Luar Negeri

Target kelulusan ini harus dipenuhi karena seandainya terpilih, beasiswamu bisa melayang kalau tidak jadi lulus sarjana. Sementara, nilai kamu akan mereka evaluasi dari transkrip akademik.

Bagaimana Standar Nilai pada Umumnya?

Standar IPK umumnya 3,00. Apapun jenis beasiswanya, biasanya, pencapaian akademik tetap dipertimbangkan. Selama pengalaman mimin, jarang yang tidak mewajibkan standar akademik tapi bukan berarti tidak ada.

Untuk beasiswa prestasi, biasanya nilai IPK harus setara dengan Upper Second Class Honours (IPK minimal 3,3) atau First Class Honours (IPK minimal 3,7). Ada juga yang pakai sistem top 10% di kelasnya atau pada tahun kelulusan yang sama. Cek dulu sistem nilai yang dianut universitas atau negara tujuan.

Harus Bisa Bahasa Inggris?

Yup. Pasti. Bayangkan, bagaimana kamu akan kuliah dengan orang asing dan dosen asing kalau tidak bisa bahasa Inggris? Memang, ada beberapa yang menyediakan kursus persiapan bahasa tapi tetap saja kamu ditarget dengan skor tertentu sebelumnya, atau sesudahnya.

Skor apa sih maksudnya? Skor TOEFL atau IELTS. Skornya berapa? Macam-macam, silakan cek di website penyelenggara. Lembaga penyelenggara beasiswa kadang tidak minta standar TOEFL/IELTS. Ini berarti kamu harus memenuhi standar dari program studi yang kamu tuju. Cari “Language Requirements” di website universitas.

Ada yang menerima sertifikat semua jenis TOEFL (iBT/PBT/CBT/ITP), ada juga yang hanya menerima beberapa jenis saja. Untuk IETLS, biasanya yang diminta IELTS Academic.

Bagaimana dengan TOEIC? Jarang sekali, bahkan hampir tidak ada, karena tujuan TOEIC sebenarnya lebih ke dunia kerja. Artikel Perbedaan TOEFL dan TOEIC yang Lebih Lengkap bisa bantu memahaminya.

Harus Bisa Bahasa Negara Itu?

Tidak juga sih. Semua beasiswa internasional pakai bahasa Inggris. Tidak harus bisa bahasa negara tempat program beasiswa itu. Cuma, beda hal kalau kamu mengambil program studi yang diajarkan dalam bahasa asing lainnya. Kalau sudah begini, kamu wajib memenuhi standar kemampuan bahasa tersebut.

 Lembaga Tes Bahasa yang Diakui

Biasanya, mereka hanya mengakui hasil tes lembaaa resmi internasional, seperti https://www.ets.org/ (TOEFL) dan https://www.ielts.org/ (IELTS).

Kemampuan Finansial

Beberapa beasiswa yang memang berbasis kemampuan keuangan, meminta dokumen bukti kondisi finansial keluarga. Misalnya, slip gaji orang tua.

Pengalaman di Kegiatan Non-Akademik

Banyak juga beasiswa kuliah di luar negeri yang mempertimbangkan kegiatan non-akademik seperti  OSIS, organisasi mahasiswa, pengalaman menjadi relawan, kegiatan pelayanan masyarakat, olahraga, dan seni. Jika kamu belum pernah ikut kegiatan semacam itu, mulailah dari sekarang.

Baca Juga :  Beasiswa Unik untuk Penulis

Biasanya, mereka tidak hanya melihat potensi akademik tetapi juga kepemimpinan. Mereka akan melihat potensi itu dari kegiatan di non-akademik.

Harus Diterima Dulu di Universitasnya?

Jawabannya random. Banyak yang menetapkan syarat harus diterima dulu dan mendapat Surat Penerimaan (Letter of Acceptance) bersyarat (conditional) atau tanpa syarat (unconditional). Bersyarat ini biasanya karena faktor finansial dan skor bahasa Inggris. Ada juga yang tidak mewajibkan harus diterima dulu karena proses pendaftaran yang bersamaan dengan program studi. Namun,

Berkas Persyaratan Beasiswa Kuliah di Luar Negeri

Dokumen apa saja sih yang harus disiapkan? Berikut ini mimin jelaskan berkas persyaratan umum saja, yang hampir pasti diminta penyelenggara beasiswa.

  • Transkrip nilai.
  • Ijazah.
  • Sertifikat Tes Bahasa.
  • Formulir Pendaftaran.

Dokumen umum lainnya yang juga sering diminta:

  • Curriculum Vitae atau Resume (tambahan: kalau di Eropa biasanya wajib pakai format Europass).
  • Surat Rekomendasi (dari dosen dan/atau atasan kerja).
  • Motivation Letter.
  • Proposal penelitian (bagi pelamar program studi berbasis riset).
  • Portofolio (untuk jurusan arsitektur, seni, desain, musik, dan sejenisnya).

Dokumen Harus Diterjemahkan?

Jawabannya: Ya, pada umumnya. Biasanya, harus diterjemahkan dalam bahasa Inggris oleh penerjemah resmi.

Harus Dilegalisir?

Ya. Hampir seluruh beasiswa meminta begitu. Bahkan, ada yang minta dinotariskan segala.

Proses Pendaftaran Beasiswa Kuliah di Luar Negeri

Proses pendaftaran beasiswa kuliah di luar negeri bisa terpisah atau tidak terpisah. Terpisah maksudnya, pelamar mendaftar sendiri ke program studi (mendaftar kuliah ke universitas) lalu mengajukan pendaftaran ke penyelenggara beasiswa.

Tidak terpisah maksudnya, berkas pendaftaran kuliah dan pendaftaran beasiswa sama saja, jadi satu, dan dikirimkan lewat sistem atau alamat yang sama. Atau, pelamar hanya mengirimkan berkas pendaftaran kuliah kemudian jika memenuhi kriteria beasiswa (misalnya dari IPK), pelamar akan otomatis dipertimbangkan.

Mendaftar ke Universitas

Jika sudah tahu universitas apa yang kamu inginkan, cek langkah-langkah pendaftarannya di website resmi universitas tersebut. Sebagian negara punya sistem pendaftaran terpusat untuk banyak universitas, contohnya UCAS di Inggris dan universityadmissions.se di Swedia.

Banyak juga universitas yang membuka jalur pendaftaran sendiri. Ini bisa dicari lewat “Admisssion”; “Prospective Student”; “Future Student”; atau “Apply” di website universitas tersebut.

Jaman Sekarang Emang Ada yang Minta Kirim Pakai Pos?

Ada banget, khususnya beasiswa-beasiswa di Cina. Beasiswa Pemerintah Amerika (AMINEF FULBRIGHT) dan Pemerintah Jepang (Monbukagakusho) juga begitu. Ada juga yang meminta pengiriman soft copy dan hard copy (elektronik dan cetak).

Baca Juga :  Menjadi Relawan Internasional Melalui AIESEC

Motivation Letter dan Kembarannya

Motivation Letter kadang disebut juga esai beasiswa, Personal Statement, Study Purpose, dan sebagainya. Kadang, dokumen ini diminta terpisah dari formulir beasiswa, dengan format yang sudah ditentukan, atau pakai format dari pelamar. Kadang, dokumen ini sudah jadi bagian dari formulir pendaftaran.

Apa sih motivation letter dan kembarannya itu? Intinya, panitia ingin tahu kenapa pelamar memilih program studi tertentu, apa hubungannya dengan rencana karir masa depan, dan kenapa pelamar adalah kandidat yang pantas menerima beasiswa itu.

Banyak penyelenggara beasiswa yang meminta isi khusus di motivation letter-nya. Misalnya, mereka ingin tahu bagaimana studi yang diambil pelamar dapat berkontribusi pada pembangunan di negara asalnya. Untuk esai beasiswa, ada yang mirip dengan motivation letter, ada juga yang meminta pendapat pelamar tentang topik tertentu. Cek lagi persyaratan dari pihak penyelenggara beasiswa.

Hati-Hati dengan Peringiman Berkas Terpisah

Banyak penyelenggara beasiswa yang tidak membolehkan pelamar mengirim langsung sertifikat bahasa dan Surat Rekomendasi. Untuk kasus ini, sertifikat bahasa biasanya dikirim langsung oleh lembaga penyelenggara tes ke pihak universitas atau penyelenggara.

Pelamar harus mencantumkan kode tujuan di formulir tes. Kode ini bisa dicek di website universitas atau penyelenggara beasiswa.

Banyak yang minta Surat Rekomendasi dikirim langsung oleh pemberi rekomendasi dalam bentuk elektronik atau cetak. Kalau syaratnya begini, tugas pelamar memastikan pemberi rekomendasi mengirimkan suratnya tepat waktu.

Intinya, Cek Ricek Lagi Syarat dan Proses Pendaftarannya

Intinya, tergantung kemauan kita mencari informasi sih. Ada info yang bisa kita dapatkan dengan satu kali klik, ada juga yang harus menggabungkan informasi dari website yang satu ke website yang lainnya. Misalnya, antara website penyelenggara beasiswa dan website program studi tujuan. Contohnya, beasiswa VLIRUOS di Belgia.

Catatan Tambahan

Ini yang banyak disarankan penulis tips beasiswa. Cek batas tanggal pendaftarannya dan siapkan dari jauh-jauh hari. Ini karena, mengurus dokumen beasiswa itu kadang tidak semudah yang kita pikirkan.

Kedua, periode pendaftaran universitas dan pendaftaran beasiswa itu bisa berbeda. Bisa saja pendaftaran beasiswanya masih buka tapi pendaftaran universitasnya sudah ditutup.

Ketiga, waktu konfirmasi dari pihak universitas atau penyelenggara beasiswa kadang lama, antara dua bahkan sampai delapan minggu. Keempat dan seterusnya, boleh cek di 6 Tips Beasiswa Luar Negeri yang Jarang Ditulis.

Itu tadi yang bisa mimin bagikan tentang cara dapat beasiswa kuliah di luar negeri. Semoga bermanfaat dan semoga sukses!


2 thoughts on “Cara Dapat Beasiswa Kuliah di Luar Negeri

  1. Sunu Fitrawa

    Selamat sore

    Yang bertanda dibawah ini ;
    Nama : Sunu Fitrawan
    Tempt tgl lahir : Jakarta, 18-08-1981
    Usia : 36 tahun
    Agama : Islam
    Pendidikan terakhir : SMUN / IPS / SMUN 42 HALIM PERDANA KUSUMA
    Alamat : Jln.Jengki Cip.Asem Rt:001 Rw:011 No:16
    Kel.Kebon Pala / Kec.Makasar
    JAKARTA TIMUR 13650
    Dengan ini saya menyatakan diri tertarik terhadap program beasiswa 100%+BIYAYA HIDUP yang ditawarkan oleh id.beasiswa.com. Dan untuk itu saya bersedia menjalani tes ujian masuk serta interview adanya.
    Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya

    Hormat saya
    Sunu Fitrawan

    Reply
    1. Ummu Rahayu Post author

      Terima kasih sudah berkunjung. Maaf sebelumnya pak, idbeasiswa bukan penyelenggara dan tidak menawarkan beasiswa, kami hanya portal pembagi informasi beasiswa. Nama penyelenggara dan website penyelenggara sudah kami cantumkan. Selanjutnya bisa menghubungi penyelenggara tersebut.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *