Apa Itu Studi Full Time dan Part Time?

By | November 19, 2016

Saat memutuskan lanjut kuliah, perhatikan dulu apa sesuai dengan kebutuhan, tepat sasaran, dan cukup realistis. Jangan sampai menyesal karena salah ambil tipe program full time atau part time. Oleh karena itu, sebelum  mendaftar, perhatikan dulu dunia kuliah yang akan dijalani.

Istilah program kuliah full time atau part time cukup lumrah di luar negeri, khususnya dunia Barat. Kalau diperhatikan, dua tipe kuliah tersebut ada juga di Indonesia tapi beda istilah atau memang tidak diberi nama. Sebuah universitas mungkin punya sebutan yang berbeda untuk program studi penuh atau paruh waktu.

Seperti namanya, perbedaan studi full time dan part time terletak pada fleksibilitas waktu. Keduanya memiliki konsekuensi, kelebihan, dan kekurangan masing-masing. Mana yang lebih baik? Tergantung kemampuan tiap calon mahasiswa.

Jadwal Kuliah dan Masa Studi

Pada umumnya, full time study terdiri dari 12 kredit atau lebih per semester. Jadwal kuliahnya bisa 3 – 5 hari setiap minggu, dari pagi sampai sore, atau dengan total durasi jam yang setara tiap minggu.

Masa studi full time secara keseluruhan lebih pendek daripada part time. Contohnya, untuk program PhD full time umumnya ditempuh selama 3 tahun namun part time bisa sampai 6 tahun.

Kalau mengambil program part time, jadwal kuliahnya lebih fleksibel. Biasanya, jadwal kuliah sesuai dengan karakter mayoritas mahasiswanya yang sambil bekerja. Sesi kelas dilaksanakan sore atau malam hari. Kalau di Indonesia ada juga yang kuliah khusus akhir minggu ya.

Jumlah kredit yang diambil pada program paruh waktu lebih sedikit, kurang dari 12. Namun, masa studinya jadi lebih panjang (di luar negeri).

Pilih Studi Full Time atau Part Time?

Banyak tips yang menekankan, jangan asal kuliah di luar negeri, atau sebuah universitas. Perhatikan juga bagaimana tipe program yang ditawarkan dan bagaiaman dunia kuliahnya. Sesuaikan dengan kebutuhan, kemampuan, rencana karir, dan sebagainya.

Baca Juga :  Bisakah Essay Digunakan Kembali untuk Beasiswa Lainnya?

Pada studi full time, mahasiswa diharapkan lebih konsentrasi kuliah karena mayoritas waktunya dihabiskan untuk itu, belum lagi waktu mengerjakan tugas. Pilihan ini cocok bagi mereka yang tidak terlalu pusing dengan biaya semester ataupun biaya hidup. Full time study juga oke kalau peserta memang ingin rehat dulu dari pekerjaannya, fokus kuliah saja, sehingga lebih cepat kembali kerja lagi.

Jika sekiranya masih perlu bekerja sampingan, sebaiknya ambil program part time. Perhatikan berapa waktu yang harus dihabiskan untuk bekerja, istirahat, masuk kelas, mengerjakan tugas, dan lain-lain. Beberapa orang mungkin sanggup mengatur waktu dan membagi pikiran. Beberapa orang lain malah tidak konsen baik saat kerja maupun kuliah. Kalau sudah begini, nilai akademik tidak bisa tinggi-tinggi.

Tips Menyiasati Studi Part Time

Kuliah sambil kerja bisa merusak keduanya karena tubuh dan pikiran jadi lebih capek. Ini bisa disiasati, malah jadi dobel untung. Coba ambil kerja part time yang juga berhubungan dengan studi yang sedang ditempuh. Selain memperluas penguasaan teori di kuliah, pengalaman kerja juga dapat.

Kedua, ambil kerja sampingan yang disukai, berkaitan dengan hobi, atau passion. Menyenangkan bukan kalau bergelut di dunia yang kita suka, dapat uang pula. Untungnya lebih pada hati dan pikiran, sehingga tidak terlalu membebani.

Bagaimana dengan Beasiswa?

Setiap program beasiswa punya syarat yang berbeda. Ada yang menerima peserta studi part time ada juga yang khusus full time study saja. Tinggal pintas-pintar mencari dan berusaha.