7 Kemalasan Pencari Beasiswa yang Wajar Tidak Diladeni

By | January 3, 2016

Beasiswa adalah impian atau cuma khayalan? Ingin dapat beasiswa tapi malas berjuang?

Beasiswa tidak hanya soal nilai, prestasi, organisasi, dan lain-lain tapi juga kepribadian. Mau tahu kamu pantas dapat beasiswa atau tidak? Caranya gampang, introspeksi dulu cara kamu mencari informasi.

Salah satu cara mencari informasi adalah dengan bertanya pada orang berpengalaman. Namun, bukan salah mereka jika kamu tidak ditanggapi karena kamu dinilai malas mencari sendiri. Belum ngerti maksudnya? Ini 7 kemalasan pencari beasiswa yang wajar tidak diladeni.

Bertanya Tentang Informasi yang Jelas Sudah Ada di Website Penyelenggara

Pertanyaan ini misalnya: kapan pendaftarannya; apa saja syaratnya; beasiswa penuh atau bukan; berkas dikirim ke mana; dan lain-lain.

Ada dua perkiraan saya, satu, memang orangnya malas mencari sendiri. Dua, pertanyaan ini digunakan sebagai basa-basi biar bisa berkomunikasi lebih lanjut dengan seorang penerima beasiswa LPDP misalnya.

Dua alasan tersebut salah besar dan bisa membuat orang yang kamu tanyai jadi ilfeel. Mengurus beasiswa itu ruwet bin ribet. Mencari informasi sendiri saja kamu masih berpangku tangan, gimana mau mengurus surat rekomendasi, letter of acceptance, esai, dan sebagainya. Bisa-bisa nggak ada dosen atau professor yang mau meladeni.

Saya sering baca tulisan para penerima beasiswa. Mereka sering gerah dengan pertanyaan simpel seperti ini. Mereka akan lebih senang jika kamu bertanya: saya sudah bandingkan info dari website A dan B, apa benar seperti itu? Atau, dulu mengambil topik apa, tantangannya seperti apa? Apa pertanyaan wawancara yang tidak siap Anda hadapi? Apa pertanyaan yang paling menakutkan menurut Anda? Saya sudah membuat esai dan menuruti tips-tips di internet tapi masih belum yakin, apa Anda ada waktu untuk mengevaluasinya?

Baca Juga :  4 Keuntungan Kuliah Online yang Memudahkan

Intinya, tanyakan hal-hal yang tidak ada di internet. Artinya, jawaban hanya bisa diketahui dari pengalaman orangnya langsung.

Bertanya: Enaknya Ambil Jurusan Apa?

Soal jurusan ada di tangan kamu. Hanya orang tersebutlah yang tahu. Secara pribadi kamu harus betul-betul tahu mengapa mengambil sebuah program studi. Agar dana, waktu, dan tenaga tidak sia-sia saat kuliah nanti.

Lagian, saat wawancara beasiswa, kamu akan ditanya soal ini. Jika beasiswa mensyaratkan esai atau motivation letter, alasan memilih program studi harus dijabarkan. Kalau hanya asal pilih, mana bisa kamu meyakinkan tim juri.

Carilah daftar jurusan di berbagai universitas, bandingkan mata kuliah yang diajarkan, kualitas profesor, penelitian profesor, dan sebagainya. Tanyakan dalam diri kamu apa passion dan hal (karis masa depan) yang ingin dilakukan setelah lulus nanti. Sebagai dasar, baca “Data Penting untuk Memilih S2 Luar Negeri“, yang juga bisa kamu terapkan untuk S2 dalam negeri.

Soal ini sama halnya dengan universitas mana yang bagus? Enaknya ke negara mana? Dan pertanyaan lain yang sebenarnya bisa kamu cari sendiri di Google dengan beberapa kriteria seperti ranking universitas, ranking jurusan, biaya hidup, peluang kerja part-time, dan lain-lain.

Mengira Topik Penelitian Bisa Diperoleh dengan Hanya Bertanya: “Apa Tema yang Bagus?”

Bacalah koran, majalah, jurnal, hasil-hasil penelitian dan sebagainya untuk menemukan jawaban ini. Temukan kelemahan dari penelitian lain dan isu penting yang belum terselesaikan. Cari juga info di website penyelenggara beasiswa tentang bidang apa yang mereka prioritaskan.

Berat dengan Biaya Les atau Tes Bahasa tapi Rajin Nongkrong di Café

Ini salah satu celetukan Made Andi dalam website-nya. Setiap impian perlu diperjuangkan dan perlu pengorbanan. Apakah kita rela menunda keinginan demi mencapai impian?

Baca Juga :  Ketahui Alasan Memilih Negara Tujuan Kuliah ke Luar Negeri

Ironis juga kita kadang ringan mengeluarkan uang untuk beli baju baru, sepatu, tas, dan sebagainya daripada buku TOEFL atau tips beasiswa.

Kalau sudah begini, saya pinjam perkataan Agens Monica: apakah mimpimu sebesar usahamu?

Rajin Update Status tapi Malas Latihan TOEFL atau Membuat Esai

Kamu hanya mengeluh dan mengeluh saja di sosmed? Beasiswa lewwaattt deh buat kamu. Kurangi, selesaikan keluhan kamu dengan download aplikasi latihan TOEFL gratis (tapi legal) di Google Play. Website yang menyediakan latihan otodidak gratis juga banyak.

Coba juga rangkai konsep esai. Ada kok poin umum yang harus masuk dalam esai tersebut seperti alasan memilih jurusan, memilih universitas, alasan memilih topik penelitian, rencana karir masa depan, kelebihan diri kamu, dan lain-lain.

Saat sudah waktunya mendaftar, kamu tinggal menyesuaikan dengan syarat kata atau topik misalnya lalu konsultasi dengan orang yang pengalaman.

Mengira Beasiswa Bisa Didapat dengan Cara yang Sama

Membaca tips-tips memang sangat dianjurkan. Namun, bukan berarti kamu harus melakukan cara yang mutlak sama. Setiap orang punya keunikan sendiri.

Dari tips beasiswa, kamu bisa melihat kondisi apa saja yang harus diantisipasi. Perhatikan update kebijakan tiap program beasiswa.

Khususnya dalam esai beasiswa, panitia ingin melihat perbedaan kamu dari pesaing lainnya yang tercermin dari gaya bahasa. Boleh menelusuri poin apa saja yang diperlukan dan kira-kira strukturnya seperti apa, tapi saat menulis ikuti jalan pikiranmu sendiri.

Ingat selalu logika: kalau semua orang melakukan hal sama berarti semua orang bisa diterima beasiswa. Nah untuk apa dilakukan seleksi?

Karena itu, amati siapa pesaing kamu dan cari perbedaan kamu dengan pelamar lainnya. Camkan pertanyaan: apa bedanya perjuangan saya dengan pejuang lain dan mengapa saya harus terpilih?

Baca Juga :  Kuliah di Belanda yang Tak Biasa

Sibuk Memaksa daripada Mencari Beasiswa

Sebelum mengajukan beasiswa, ketahui dulu kelebihan diri sendiri dan apa kelemahannya. Dengan begitu, kamu tinggal melamar beasiswa yang sesuai dengan potensimu. Tidak perlu repot-repot mendaftar ke program yang jelas-jelas tidak kamu penuhi syaratnya seperti IPK atau standar bahasa. Buang-buang waktu saja.

Kalau masalahnya seputar pengalaman organisasi, pengalaman kerja, atau kemampuan bahasa asing, sabarlah menunggu dan gunakan waktu untuk memperbaikinya.

So, jika kamu masih punya 7 kemalasan ini, kemungkinan besar tidak bisa dapat beasiswa. Ingat, pola pikir adalah refleksi kemampuan kamu.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *