5 Alasan Kuliah di Mesir yang Harus Kamu Pertimbangkan

By | January 27, 2017

Tidak kalah dari negara-negara lainnya, Negeri Piramid menawarkan keistimewaan tersendiri. Ada banyak yang hal yang membuat orang tertarik kuliah di Mesir dari segi pendidikan maupun lingkungan sekitarnya. Berikut 5 alasan kuliah di Mesir yang harus kamu pertimbangkan.

Kualitas Pendidikan

Disebut sebagai negara terpanas dan terkering di dunia, Mesir memiliki institusi pendidikan baik dari pemerintah maupun swasta. Ada 20 universitas negeri dan 23 universitas swasta dengan puluhan ribu pelajar.

Pemerintah Mesir memberi perhatian lebih pada pendidikan di negaranya. Program-program perguruan tinggi dirancang agar lebih kompetitif di ranah internasional. Ada banyak program studi di Mesir yang bisa kamu pilih sesuai minat.

Mesir memiliki kekayaan sejarah budaya, hitung mundur dari masa revolusi tahun 2011, sejarah Islam, Romawi, dan seterusnya. Jangan khawatir kuliah di Mesir karena ada lebih dari 3.500 orang pelajar Indonesia di sana (data Antara News, 2015).

Mengutip pernyataan Fuji Kusuma Adynata via Berkuliah.com, “Mesir merupakan negara yang sangat tepat untuk menuntut ilmu karena kaya dengan ulama dalam bidangnya, terutama bidang agama, khazanah warisan budaya dan sejarahnya.”

Biaya Hidup yang Sangat Murah

Biaya hidup di Mesir terbilang murah apalagi jika dibandingkan dengan biaya hidup di Eropa dan Amerika Serikat. Cek Numbeo untuk informasi harga kebutuhan sehari-hari di Mesir.

Harga tempat tinggal bagi orang asing berkisar 800 – 1.400 EG£ (sekitar 570 ribu sampai 1 juta rupiah) untuk apartemen. Harga sewa rumah bisa lebih mahal, setidaknya dua kali lipat dari apartemen.

Sumber lain menyebutkan, sewa apartemen satu kamar di tengah kota berkisar 1.800 – 3.000 EG£ (1,28 – 2,14 juta rupiah). Sementara, rentang harga pinggir kota 1.000 – 2.000  EG£ (713 ribu – 1,43 juta rupiah).

Baca Juga :  Beasiswa LPDP Kembali Dibuka, Ini Syarat-Syaratnya!

Dari pengalaman Adynata yang berkuliah di Universitas Al-Azhar,  uang 1 juta rupiah saja sudah cukup untuk biaya hidup (.red). Namun, biaya hidup dan tempat tinggal pasti bergantung dengan gaya hidup kita. Kalau gaya hidup tinggi ya jadi lebih mahal.

Selain masak sendiri, biaya makan bisa lebih hemat dengan membeli di kantin kampus. Makanan tradisional dan street food Mesir juga murah (kurang dari 1 Euro atau ± 14 ribu rupiah).

Masih perlu tambahan biaya? Ada sekitar 9.000 ribu WNI (Republika, 2015) di Mesir, sebagiannya berbisnis restoran dimana pelajar Indonesia bisa bekerja. Atau, kalau ingin waktu lebih fleksibel, coba saja berbisnis sendiri, dagang online misalnya. Jadi pekerja lepas jarak jauh juga pilihan bagus.

Kemudahan Visa ke Mesir

Tidak seperti di negara lainnya, masuk ke Mesir sebagai pelajar bisa pakai visa turis. Visa pelajar baru diurus jika sudah sampai di Mesir. Prosesnya makan waktu satu sampai tiga bulan. Syarat-syarat umum visa pelajar di Mesir:

  • Registrasi ke kantor kepolisian setempat dalam waktu tujuh hari setelah sampai di Mesir.
  • Mengajukan visa pelajar dalam waktu 30 hari setelah tiba di Mesir.
  • Bukti telah terdaftar di universitas di Mesir.
  • Paspor yang sah (berlaku).
  • Foto ukuran paspor.

Momen – Momen Langka

Negeri Sphinx merupakan perpaduan antara budaya Mediterania, Timur Tengah, dan Afrika. Siapa yang tidak kenal Piramida, Sungai Nil, dan Laut Merah. Mesir masih menyimpan situs-situs bersejarah lainnya.

Mesir kental dengan Islam. “Betatapun kamu jauh melangkah, pasti akan mendapat masjid di kanan dan kiri…. shalat dzuhurnya saja jama’ahnya membludak sampai belakang,” tutur Adynata. Ada banyak ayat Al-Qur’an, hadist, juga zikir yang terpasang di ruang publik seperti jalan, bis, pertokoan, dan lainnya.

Baca Juga :  3 Beasiswa ke Belanda

Bayangkan menikmati shisha alias rokok Arab dengan suasana aslinya. Atau, nongkrong minum teh di bawah pohon palem atau pohon kurma ala Mesir. Ada yang bilang, sekali kita ke Mesir, kita akan penasaran dengan Lebanon, setelah ke Lebanon kita akan penasaran dengan Arab Saudi, setelah ke Arab kita penasaran dengan Israel, dan ingin mengeksplorasi seterusnya.

Kehidupan yang Nyaman

Kita akan hidup nyaman di mana saja jika bisa beradaptasi. Rasanya, tidak sulit bagi orang Indonesia untuk menyesuaikan diri dengan kebiasaan berpakaian di Mesir.

Sedikit kemampuan berbahasa Arab dapat membantu berbaur dengan masyarakat setempat. Orang Mesir suka sekali dengan orang yang sopan dan ramah.

Selain itu, mudah juga mengobati rindu makanan tanah air. Bumbu-bumbu khas dan minuman Indonesia banyak dijual, bahkan ada indomie.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *