3 Hal Soal Batas Aplikasi Beasiswa yang Bisa Membuat Lamaranmu Gagal Total

By | November 23, 2016

Pejuang beasiswa akan selalu semangat menjaga mimpi dan cita-cita juga berusaha. Namun, saking semangatnya, bisa tidak teliti menanggapi batas pendaftaran alias aplikasi beasiswa. Batas yang dimaksud tidak cuma tanggal tapi juga menit dan detik yang menentukan manajemen persiapan. Perhatikan 3 hal ini supaya lamaranmu tidak gagal total.

Perhatikan Beda Zona Waktu

Cukup penting jika kamu berada di zona waktu yang berbeda, misalnya Waktu Indonesia Barat, Tengah, dan Timur untuk Indonesia. Kalau aplikasi beasiswa luar negeri malah lebih beragam lagi.

Ada informasi beasiswa yang tidak hanya diberi batas tanggal tapi juga batas waktu (jam dan menitnya). Ada juga yang dilengkapi keterangan zona waktu, ada juga yang tidak. Nah, kalau sudah begini, peserta harus mikir sendiri, kapan sebaiknya aplikasi beasiswa dikirimkan dari wilayah asal.

Hitung perbedaan jam, menit, sampai detik dari waktu Indonesia ke negara tujuan. Belum lagi kalau ada beda waktu antar-negara bagian. Iya kalau waktunya plus, kalau minus bagaimana? Lamaranmu bisa gagal total karena masuk kategori terlambat dan tidak ada toleransi untuk itu.

Hitung Kurang Berapa Hari Lagi

Berapa waktu ideal menyiapkan aplikasi? Semua tergantung sih, sesuai dengan apa saja persyaratannya. Apakah waktunya sudah mepet atau tidak, tergantung pengalaman dan persiapanmu sebelumnya.

Kalau kamu sudah pernah menyiapkan aplikasi beasiswa, tentu ada dokumen yang tinggal kirim saja. Selanjutnya, tinggal memenuhi persyaratan yang baru. Misalnya, memperbarui esai beasiswa (baca tipsnya di sini).

Nah, beda cerita kalau kamu belum pengalaman sama sekali. Perhatikan betul apa saja persyaratan beasiswa tersebut. Beberapa program menginginkan peserta mendaftar kuliah dulu di kampus terkait. Aplikasi beasiswa luar negeri biasanya mencakup sertifikat bahasa Inggris jenis tertentu, TOEFL (paper based, computer based, atau iBT), IELTS, dan sebagainya. Banyak juga yang membolehkan jenis tes lain tapi skornya harus setara dengan yang disyaratkan.

Baca Juga :  Saat Kuliah, Harus Kah Belajar Keras Seperti di Sekolah?

Ada juga yang harus punya paspor dulu atau diterima tanpa syarat (pasti diterima) oleh kampus tujuan. Pada umumnya, beasiswa baik dalam dan luar negeri meminta esai beasiswa. Nama lainnya bisa motivation letter dengan jumlah kata dan isi yang sesuai persyaratan. Baca tips-tips esai beasiswa di sini.

Belum lagi kalau diminta surat rekomendasi dan surat keterangan lain seperti, keterangan tidak mampu atau keterangan kualitas akademik.  Memintanya pun tidak bisa asal ‘todong’ satu atau dua hari, tergantung karakter orang yang bisa membuatkan surat tersebut. Baca tips surat rekomendasi di sini.

Hitunglah waktu untuk menyiapkan semua detail persyaratan, termasuk lama pengiriman paket jika diharuskan. Kalau sekiranya sudah tidak sempat ya, ikhlaskan saja dulu, cari beasiswa lain. Jika itu termasuk program tahunan, lingkari di kalendermu agar tahun depan tinggal kirim saja.

Perhatikan Jam Kantor

Ada program beasiswa yang membolehkan peserta mengirimkan aplikasi pada jam berapa saja, mau siang bolong atau tengah malam. Sebagian besar tidak ada keterangan tapi banyak juga yang dilengkapi batas jam dan menitnya.

Logikanya sih, pindah tanggal setiap hari itu pukul 00.01 waktu setempat. Namun, lebih cepat lebih baik kan? Siapa tahu pas detik-detik terakhir internetmu gangguan atau malah mati lampu.

Lebih baik siapkan waktu cadangan, atur persiapan dengan matang, dan tetap semangat berjuang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *