20 Data yang Harus Diberikan Saat Minta Surat Rekomendasi

By | January 15, 2016

Minta surat rekomendasi memang susah-susah gampang. Ada teknik sendiri agar calon pemberi mau meluangkan waktu dan menulis keterangan yang ampuh. Pembuatan surat dukungan tersebut tidak seharusnya dibebankan semua pada calon pemberi.

Umumnya, orang yang tepat dalam memberi surat rekomendasi, memiliki jadwal padat. Sebelum menghubungi, ketahui dulu etika penting saat meminta surat rekomendasi. Kalau sudah, berikan data yang akan mereka perlukan.

  1. Nama lengkap
  2. NIM (jika diperlukan), jurusan, fakultas, tahun kuliah, dan universitas (jika pemberi rekomendasi bukan pihak kampusmu).
  3. Alasan mengapa beliau yang kamu pilih sebagai pemberi surat rekomendasi.
  4. Mata kuliah beliau yang pernah kamu ikuti (jika tujuannya adalah dosenmu).
  5. Proyek (penelitian atau pekerjaan) yang pernah melibatkan kamu dan beliau.
  6. Prestasi yang pernah kamu capai bersama atau karena peran beliau.
  7. Motivasi atau alasan memilih jurusan.
  8. Pengaruh beliau terhadap pilihan atau tujuan studi kamu.
  9. Informasi beasiswa yang akan dilamar (nama, penyelenggara, persyaratan, dan lain-lain).
  10. Deadline atau batas pendaftaran.
  11. Alamat tujuan surat rekomendasi jika beliau menawarkan diri untuk mengirim langsung ke panitia beasiswa.
  12. Formulir yang harus beliau isi (jika ada syarat dari program beasiswa).
  13. Motivasi kamu melamar beasiswa yang dituju.
  14. Curriculum vitae (termasuk daftar prestasi dan pengalaman organisasi).
  15. Ijazah
  16. Transkrip nilai
  17. Abstraksi penelitian.
  18. Gambaran studi yang telah kamu geluti dan jurusan yang akan kamu ambil.
  19. Kontak kamu: nomor HP, email, dan lain-lain.
  20. Informasi lain yang dirasa perlu.

Berbagai data yang diperlukan saat minta surat rekomendasi tersebut bisa kamu padu-padakan sendiri, tergantung kebutuhan, dan siapa yang kamu hubungi (dosen, atasan, tokoh masyarakat, ketua organisasi, dan sebagainya).

Jika ada poin yang pada kenyataannya tidak ada, hindari membuat keterangan bohong atau mengada-ada. Hal yang tidak perlu dipaksakan misalnya pengaruh pemberi surat rekomendasi terhadap motivasi atau pilihan studi kamu.

Baca Juga :  7 Kemalasan Pencari Beasiswa yang Wajar Tidak Diladeni

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *