10 Tips Membuat Personal Statement dari Orang Berpengalaman

By | November 28, 2015

Personal statement adalah salah satu syarat mendaftar kuliah di United Kingdom (Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara). Dokumen ini jadi bahan pertimbangan krusial bagi pihak kampus untuk menentukan pendaftar bisa diterima atau tidak. Umumnya, pelamar punya kesempatan dalam 4.000 karakter yang menunjukkan dirinya pantas jadi mahasiswa di universitas tujuan. Sepertinya, menyiapkan yang satu ini perlu usaha lebih. Tapi tenang, karena ada 10 tips menulis personal statement dari Dora Petra Olah di laman Top Universities, berikut ini.

1. Buatlah Konsep Tanpa Memikirkan Batas Kata

Dora Petra Olah menceritakan pengalaman pertamanya menulis personal statement. Awalnya, ia tidak ingin lebih dari 4.000 karakter tapi sampai di 3.500, ia mulai panik. Jumlah itu hanya cukup bagi setengah hal yang ingin ditulisnya.

Tak mengapa, ia lanjutkan saja sampai semua idenya tertuang dengan 7.000 karakter. Dora hanya perlu menghapus beberapa kata dan hasilnya jadi 3.999 karakter. Rupanya, menuliskan banyak ide di bawah tekanan jumlah karakter akan membuat proses jadi lebih sulit.

2. Sediakan Banyak Waktu

Jangan pikir personal statement yang baik akan selesai dalam hitungan jam atau hari. Dora sendiri membuktikan, butuh lebih dari satu bulan untuk personal statement-nya. Itu karena, proses menulisnya tidak bisa sekali jadi. Perlu ditinggal beberapa hari lalu dibaca dan direvisi lagi, lagi, dan lagi.

3. Temukan Kata dan Ekspresi yang Sempurna

Personal statement akan tampak profesional dan elegan dengan pilihan kata pengganti seperti accomplish (untuk do) atau persume (untuk think). Mesin penerjemah atau penyedia sinonim di internet bakal sangat membantu, misalnya Google Translate.

Namun, penggunaan kata-kata formal harus seimbang. Jangan sampai terlalu banyak karena akan membuat personal statement jadi berlebihan (kaku) bahkan sulit dimengerti.

Baca Juga :  Beasiswa Studi S2 di Inggris

4. Tunjukkan Kelebihan Diri, Bukan Kelemahan

Dalam personal statement, pelamar harus ‘menjual dirinya’ dalam 4.000 karakter. Fokuslah pada kelebihan diri saat menulis personal statement. Jelaskan pengalaman, pengetahuan, dan rencana masa depan di dalamnya.

Jangan menulis kalimat pesimis seperti “Saya ingin belajar Bahasa Jerman tapi menyerah setelah sebulan” atau “Saya tidak begitu cakap dalam Fisika, tapi harap maklum karena saya tidak menyukainya.”

5. Buatlah Kalimat Pembuka yang Menarik

Kesan pertama yang menarik dapat berasal dari pembuka yang lucu, mengejutkan, atau sesuatu yang tidak biasa. Namun, Dora menyarankan untuk tidak memaksa otak berpikir karena itu akan percuma.

Makanya, perlu waktu panjang agar personal statement dibuat dengan santai. Dengan begitu, akan ada saat ide cemerlang muncul. Strategi pembuka yang sempurna dapat juga muncul dalam proses revisi yang berkali-kali.

6. Sebaiknya, Jangan Baca Contoh Personal Statement

Begitulah saran Dora Petra Olah, hindari membaca contoh-contoh personal statement sebelum membuat milik sendiri. Ini karena, perlu orisinalitas dalam tulisan tersebut. Sampel personal statement bisa saja memberi ide yang salah.

Pelamar harus menonjolkan sisi unik, hal yang membedakan ia dibanding para pesaing. Sebaiknya tidak mengikuti pola tulisan orang lain. Personal statement adalah tentang ide dan suara penulisnya, bukan orang lain. “Make it your own work, voice, and ideas,” pesannya.

7. Jujurlah

Jangan tuturkan sesuatu yang sebenarnya tidak mampu kita lakukan. Misalnya, mengaku lancar berbahasa Spanyol tapi hanya tahu beberapa kata. Jangan katakan bisa menyelesaikan suatu masalah jika tidak pernah melakukannya.

Ya, dalam personal statement, penulis harus ‘menjual diri’ dan menunjukkan kelebihan. Namun, tunjukkan yang memang ada dalam diri pelamar. Tidak perlu membuat ‘pencitraan’ karena kebenaran pasti akan terungkap.

Baca Juga :  Beasiswa S2 Erasmus Mundus Full untuk GLOCAL Deadline 31 Januari 2017

8. Minta Orang Lain untuk Membacanya

Tidak hanya membaca, tapi juga mengevaluasi, memberi masukan. Mereka bisa jadi orang tua, kawan, guru, atau bahkan musuh.

Semakin banyak yang membaca, semakin baik karena makin banyak kritik dan saran yang diperoleh. Memang, akan ada saran yang bermanfaat dan tidak tapi lebih baik kumpulkan sebanyak-banyaknya dulu baru memilah mana yang harus diakomodasi.

9. Bacalah dengan Keras dan Berkali-kali

Dora membuktikan, membaca personal statement-nya keras-keras di hadapan keluarga, teman, dan lain-lain sangat membantunya menemukan kesalahan. Misalnya, ada paragraph yang tidak berhubungan, perlu ditambah kata hubung, dan sebagainya.

10. Lupakan Personal Statement Setelah Dikirim

Jangan membaca personal statement lagi jika sudah dikirim. Kita bisa saja kembali tidak yakin dengan tulisan itu. Kabar kesempurnaan dokumen hanya akan sampai saat universitas menerima kita sebagai mahasiswanya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *