10 Kesalahan Aplikasi Beasiswa yang Belum Banyak Dibahas Media

By | November 29, 2015

Kesalahan aplikasi yang menurut pelamar masih dapat ditoleransi, bisa membuatnya gagal mendapat beasiswa. Lebih lagi, ada yang terburu-buru dan malas memeriksa ulang aplikasinya.

Sifat perfeksionis bakal dibutuhkan jika pelamar ingin berhasil. Ini menunjukkan kesungguhan dan profesionalime seseorang. Karena itu, mendaftar beasiswa bukan urusan serba cepat. Perlu persiapan yang lama untuk berhasil.

Salman Alfarizi, dalam bukunya “Cara Mudah Mendapatkan Beasiswa Dalam dan Luar Negeri” mengungkapkan 10 kesalahan aplikasi beasiswa yang belum banyak dibahas media online. Berikut kesalahan umum tapi fatal tersebut, beberapa penjelasan tips kami tambahkan.

1. Mengirim kelengkapan yang tidak up to date .

Contohnya, beasiswa mensyaratkan pas foto terbaru dengan ukuran tertentu namun yang dikirim malah foto beberapa tahun lalu.

2. Mengisi aplikasi dengan ejaan dan tata bahasa yang berantakan.

Berusahalah mengecek kembali aplikasi, formulir, esai, dan kelengkapan beasiswa lainnya sebelum dikirim. Minta komentar orang lain dan revisilah berkali-kali.

Di internet, banyak pedoman ejaan yang bisa diakses gratis. Cek juga kesalahan ketik, aturan huruf miring, kapital, penulisan nama orang, kota, dan sebagainya.

Berkonsultasilah dengan orang yang berpengalaman, apakah bahasa yang digunakan sudah cukup sopan, terlalu kaku, kasar, tidak runut, dan lain-lain.

3. Menulis kata-kata yang tidak sopan

Ketahui dulu siapa pembaca aplikasi dan putuskan gaya bahasa seperti apa yang tepat digunakan. Dalam aplikasi, pelamar memang harus menunjukkan kelebihan dirinya tapi cek lagi apa itu terkesan sombong, terlalu berlebihan, atau malah meremehkan penyeleksi.

4. Mengirim aplikasi yang kotor dan tidak rapi.

Aplikasi menunjukkan siapa diri pelamar dan penilaian seperti apa yang berhak penyeleksi pikirkan. Seseorang yang serius dengan apa yang ia lakukan terlihat dari caranya menghargai pekerjaannya (aplikasi).

Baca Juga :  Tips Lolos Beasiswa StuNed untuk Kuliah ke Belanda

Karena itu, buat dulu konsep pengisian formulir dan esai di kertas lain. Kalau sudah oke, salin dengan rapi pada lembaran yang akan dikirim. Jika ada berkas yang terkena air, keringat, tinta, minyak, dan noda lainnya, gantilah dengan yang baru.

Begitu juga dengan berkas yang terlipat bahkan kumal. Simpan kelengkapan aplikasi di amlop, map, atau laci yang kerapiannya terjaga.

5. Tulisan tidak jelas

Jika aplikasi harus ditulis tangan, buatlah orang selain Anda juga bisa membacanya. Kalau terbiasa menulis bersambung, cobalah mengubahnya. Jaga juga kerapian dan keindahan tulisan.

6. Mengabaikan kelengkapan aplikasi

Terlalu buru-buru atau malas mengecek bisa membuat ada berkas yang tertinggal. Misalnya, foto yang ukurannya kecil, lebih mudah luput dari perhatian.

Jangan menggampangkan hal ini kalau tidak mau menyesal. Buatlah daftar kelengkapan dan apa saja yang harus dilakukan sebelum mengirim aplikasi beasiswa. Tandai poin apa yang sudah siap dan belum.

7. Lupa menulis nama dan atau alamat pada aplikasi

Ini krusial sekali. Bagaimana penyelenggara bisa tahu siapa pelamar dan bagaimana menghubunginya kalau dua data itu tidak ada. Tidak pikir panjang, pelamar akan segera disisihkan. Karena itu, saat mengisi berbagai dokumen aplikasi beasiswa, cek dan cek lagi.

8. Perangko kurang

Beberapa program beasiswa menggunakan sistem manual di samping online. Ada juga yang harus datang langsung ke kantor penyelenggara. Bicara pengiriman via email, cek lagi apa alamatnya sudah benar, tidak ada salah ketik.

9. Aplikasi yang lupa dimasukkan ke dalam amplop

Inilah gunanya persiapan matang dengan pikiran santai. Pelamar jadi bisa cek, cek, cek, dan cek lagi.

10. Tidak eligible , tapi memaksa

Baca Juga :  Beasiswa Penuh di Amerika S2 dan S3 dari East-West Center Deadline 1 Desember 2017

Apa kita sedang berharap ada jin dalam botol? Atau, karena berkas menumpuk, tim seleksi bisa saja tidak memperhatikan IPK pelamar?

Jika nilai kuliah atau kemampuan bahasa kita tidak memenuhi, janganlah buang-buang waktu mengajukan aplikasi yang pasti gagal.


5 thoughts on “10 Kesalahan Aplikasi Beasiswa yang Belum Banyak Dibahas Media

  1. Pingback: 7 Kesalahan CV yang Membuat Lamaran Beasiswa Ditolak | IDBeasiswa

  2. Pingback: Apa Perlu Menerjemahkan Ijazah untuk Beasiswa Luar Negeri | IDBeasiswa

  3. Pingback: Beasiswa ke Belanda untuk Pelatihan PNS | IDBeasiswa

  4. Pingback: Beasiswa S2 di Swedia dari Swedish Institute, Deadline 16 Januari 2017

  5. Pingback: Mengenal Aplikasi Beasiswa Terpisah dan Tak Terpisah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *